Waspadai Kegemukan Anak Ketika Terkena Penyakit

Waspadai Kegemukan Anak Ketika Terkena PenyakitAnak yang memiliki tubuh gemuk akan lebih tahan ketika menghadapi penyakit malaria. Tapi anak yang gemuk harus lebih waspada jika terkena penyakit demam berdarah atau flu burung. Sedangkan untuk penyakit tipus, bobot tubuh biasanya tidak mempengaruhi proses penyembuhannya. Sebaiknya orangtua menjaga berat badan anaknya pada kisaran normal agar lebih tahan terhadap infeksi.

Saat kuman masuk ke dalam tubuh biasanya akan berhadapan terlebih dahulu dengan sel-sel yang berfungsi sebagai benteng yaitu kulit, mukosa paru-paru dan mukosa mulut. Setelah sampai di dalam tubuh kuman akan berhadapan dengan sel daya tahan tubuh. Jika terjadi infeksi, maka tubuh butuh waktu selama 10 hari untuk membentuk limfosit dan dibutuhkan waktu 14 hari bagi limfosit untuk membasmi infeksi tersebut.

Beberapa penyakit infeksi, faktor kesembuhannya bisa dipengaruhi oleh bobot tubuh yang dimiliki. “Jika seorang anak sudah memiliki asupan gizi yang bagus, maka secara tidak langsung dia sudah punya perlindungan yang standar. Dan anak dengan gizi normal akan memiliki keseimbangan yang baik antara proinflamasi dan antiinflamasi,” ujar dokter kelahiran Bandung 41 tahun silam.

Apabila salah satu bagian tubuh terkena infeksi, maka akan timbul peradangan dan secara otomatis tubuh akan memproduksi proinflamasi (seperti IL8 atau TNF-alfa) untuk menghentikan peradangan. Jika infeksi sudah sembuh, tubuh akan menghasilkan antiinflamasi (seperti IL10 dan anti-TNFalfa) untuk menghentikan kerja dari proinflamasi.

Hal ini penting karena jika kadar proinflamasi terlau berlebihan akan menimbulkan kerusakan di daerah sekitar infeksi. Tapi jika antiinflamasi yang berlebihan akan membuat kuman susah untuk dibasmi dan bertahan di daerah tersebut. Pada anak yang memiliki gizi kurang atau lebih, akan terjadi ketidakseimbangan jumlah proinflamasi dan antiinflamasi.