Vitamin untuk Ibu Hamil

Vitamin untuk Ibu HamilVitamin A sangat membantu dalam perkembangan sel dan otak anak, namun vitamin tersebut juga memiliki kekurangan. Ada kaitan erat antara kelebihan vitamin A dengan potensi cacat lahir pada bayi. Jadi, ada baiknya Anda tidak makan terlalu banyak protein dan usahakan untuk selalu memeriksa nilai gizi makanan yang dikonsumsi.


Vitamin B6.
Kurangnya vitamin B6 cenderung diasosiasikan dengan lambatnya perkembangan sistem saraf pada bayi. Belum lagi dampaknya pada ibu hamil, seperti morning sickness, preeklampsia (tingginya tekanan darah dan kandungan protein di urin, serta pembengkakan yang tak kunjung sembuh), dan komplikasi.

Vitamin B9.
Mengonsumsi B9 atau folat bisa mengurangi cacat lahir pada bayi, seperti urat saraf tulang belakang yang tidak lengkap. Bahan ini juga mampu mengurangi resiko kanker pada bayi untuk 6 tahun awal kehidupannya.

Kalsium.
Bayi cukup bulan biasanya mengambil 30 gram kalsium dari ibunya. Untuk itu, ibu perlu mendapat asupan kalsium yang cukup agar tulangnya tetap kuat. Saran konsumsi: 600 mg suplemen kalsium beserta 200 mg magnesium, masing-masing 2 kali sehari. Sebab kalsium tanpa magnesium akan menyebabkan sembelit, jadi pilih combo suplemennya dengan hati-hati. Ibu juga bisa makan makanan yang kaya kalsium 3-4 hidangan setiap hari.

DHA.
Omega-3 DHA merupakan komponen utama untuk struktur otak ibu dan anak. Janin boleh dibilang cukup ‘egois’ saat menyerap asam Omega-3, jadi ibu bisa kehabisan stok jika tidak mengonsumsinya melalui makanan atau suplemen. DHA bisa membantu memperbaiki sel otak yang rusak akibat stres.

Zinc.

Rendahnya kadar zinc biasanya dihubungkan dengan meningkatnya resiko cacat lahir, kurangnya berat badan bayi, bahkan keguguran.