Trauma Lahir Pada Bayi

https://www.ibubayi.comTrauma lahir merupakan trauma pada bayi sebagai akibat tekanan mekanik (seperti kompresi dan traksi) selama proses persalinan.

Factor-faktor yang mempengaruhi trauma mekanik dapat terjadi bersamaan dengan trauma  hipoksi iskemik. Masalah-masalah yang berhubungan dengan trauma hipoksi iskemik tidak dibahas dalam postingan ini.

Trauma lahir kadang-kadang masih terjadi dan tidak dapat dihindari, dengan kejadian rata-rata 6-8 kejadian per 1.000 kelahiran hidup. umumnya bayi yang lebih besar (BMK) lebih rentan mengalami trauma lahir.

Kejadian paling sering dilaporkan pada bayi dengan berat lahir lebih dari 4.500 gram. Adapun factor resiko lainnya adalah persalinan dengan bantuan alat, terutama forceps atau vakum; persalinan sungsang; dan traksi abnormal/berlebihan selama proses persalinan. Penanganan persalinan yang baik dapat mengurangi angka kejadian trauma lahir.

Sebagian besar trauma lahir dapat sembuh sendiri dan prognosisnya baik. Namun, pada beberapa kasus dapat pula menyebabkan kecacatan dan kematian.

Hampir 50% kasus dapat dihindari dengan mengetahui dan mengantisipasi factor risiko obstetric. Keluaran pada bayi merupakan akibat dari berbagai factor.

Mortalitas dan Morbiditas

Kurang dari 2% kematian neonatal dan stillbirth di Amerika Serikat disebabkan oleh trauma lahir mati. Sejak tahun 1970-1985 mortalitas akibat trauma lahir turun dari 64,2 menjadi 7,5 kematian per 100.000 kelahiran hidup (menurun 88%).

Penurunan ini sebagian disebabkan kemajuan teknologi yang memungkinkan dokter spesialis kebidanan mengenal factor-faktor risiko trauma lahir melalui USG dan alat-alat untuk memantau kesejahteraan janin sebelum memutuskan persalinan pervaginam.

Penggunaan peralatan yang menyebabkan trauma lahir seperti rotasi midforseps atau vakum juga berkurang. Adapun alternative yang dipilih saat ini adalah persalinan dengan cara bedah sesar.