Tiga Jenis Komplikasi Kehamilan Biasa Dialami Ibu Hamil

Pregnant woman's bellyBagi ibu-ibu yang sekarang sedang hamil, apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil pasti merasa khawatir atau takut akan kehamilan dan janin yang dikandungnya. Hal seperti ini memang normal dan banyak dialami oleh ibu-ibu hamil. Oleh karena itu  para ibu hamil perlu informasi dan pengetahuan agar bisa  melakukan pencegahan dan mengurangi rasa khawatir tersebut.

Ada tiga jenis komplikasi yang biasa dialami ibu hamil:

1.  Pre-eklampsia (Hipertensi Kehamilan)

Pre-eklampsia atau biasa disebut toxemia, belakangan ini banyak dialami oleh ibu hamil.

Gejalanya

– Kenaikan tekanan darah secara mendadak sampai 140/90
– Pembengkakan  di tangan dan wajah
– Adanya protein dalam urin
– Sakit kepala atau demam
– Detak jantung cepat

Faktor-faktor  yang bisa membuat ibu hamil mengalami pre-eklampsia:

– Hamil pada usia diatas 40 tahun
– Hamil kembar
– Kehamilan pertama
– Ibu yang sudah mengidap tekanan darah tinggi

Cara pengobatannya

Apabila ibu hamil di diagnosa mengalami pre-eklampsia, terapi pengobatan yang biasa dianjurkan adalah mengurangi tekanan darah dengan diet makanan, mengurangi stress, cukup tidur atau meditasi. Bisa juga diberikan obat penenang agar ibu hamil tenang dan istirahat yang cukup. Namun apabila sudah cukup bulan, dianjurkan untuk melakukan persalinan agar menghindari terjadi keadaan yang membahayakan ibu dan janin, misalnya kejang.

2. Anemia

Anemia juga biasa dialami oleh ibu hamil. Hal ini umumnya disebabkan adanya kekurangan zat besi. Pada kehamilan awal, disarankan untuk memeriksa darah, apakah ibu mengidap anemia atau tidak.

Gejala Anemia:

– Cepat lelah
– Wajah pucat
– Sulit bernapas
– Seperti ingin pingsan

Faktor resikonya

– Ibu hamil yang kurang nutrisi
– Ibu hamil yang sulit makan karena mual dan muntah
– Kehamilan kembar
– Kehamilan dengan jarak yang berdekatan dengan kehamilan sebelumnya

Cara mengatasinya

Apabila ibu hamil mengalami anemia atau tidak, lebih baik mengkonsumsi vitamin zat besi yang disarankan Dokter SpOG untuk mengatasinya. Selain itu bisa dibantu dengan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, bayam dan buah-buahan kering.

3. Gestational Diabetes

Ada lagi komplikasi kehamilan yang disebut Gestational Diabetes, yaitu kehamilan dimana ibu hamil mengalami kadar gula darah yang tinggi karena tubuh tidak cukup memproduksi cukup insulin.  Insulin adalah sebuah hormon yang dibuat oleh pankreas yang membuat sel merubah gula menjadi energi atau bahan bakar yang berguna. Apabila diabetes saat hamil tidak diobati, akan mempengaruhi janin. Bayi akan lahir dengan berat berlebih atau besar.

Yang mengidapnya

– Ibu hamil yang sebelumnya sudah mengidap diabetes
– Kegemukan
– Ibu hamil di usia matang
– Ibu hamil dengan riwayat diabetes dalam keluarga

Gejalanya

– Rasa haus dan lapar yang berlebihan
– Sering buang air kecil
– Kenaikan tekanan darah
– Gula dalam urin
– Kelelahan

Cara mengatasinya

Caranya dengan diet ketat untuk mengurangi berat badan, olah raga teratur dan kontrol gula darah secara teratur. Demikian ibu-ibu penjelasan singkat mengenai 3 jenis komplikasi kehamilan yang perlu ibu ketahui.

Semoga bermanfaat.