Tangisan Bayi Terlalu Sederhana Kelak Lebih Sulit Berbicara

Tangisan Bayi Terlalu Sederhana Kelak Lebih Sulit BerbicaraKeterlambatan dalam mengembangkan kemampuan berbicara pada anak-anak bisa diprediksi sejak umur 2 bulan, ketika bayi baru bisa menangis. Jika di usia tersebut tangisannya terlalu ‘sederhana’, kelak cenderung lebih sulit belajar bicara. Semua bayi umumnya menangis dengan melodi yang sangat sederhana yakni sekali naik kemudian turun perlahan atau jika digambar grafiknya akan membentuk sebuah busur. Seiring bertambahnya usia, suara tangisan akan semakin kompleks. Suara tangisan biasanya mulai kelihatan lebih kompleks ketika bayi memasuki umur 2 bulan. Pada usia ini, suaranya tidak hanya sekali naik kemudian turun lagi tetapi mulai ada variasi-variasi misalnya tiba-tiba berhenti kemudian menangis lagi.

Kompleksitas suara tangis bayi pada usia 2 bulan bisa memprediksi perkembangan kemampuan bicara atau berbahasa. Makin sederhana suara tangisannya, makin besar risikonya mengalami gangguan pengucapan suku kata. Kompleksitas suara tangisan bayi yang normal seharusnya sudah mencapai 50 persen pada usia 2 bulan. Jika kompleksitasnya di usia 2 bulan hanya berada di bawah 45 persen, bayi tersebut 5 kali lebih berisiko mengalami keterlambatan bicara ketika berusia 2 tahun. Artinya semakin sederhana suara tangisannya, makin besar kemungkinan mengalami gangguan bicara.