Sindrom Down Menjadi Momok Tersendiri Bagi Calon Orangtua

Sindrom Down Menjadi Momok Tersendiri Bagi Calon OrangtuaSindrom Down tentunya menjadi momok tersendiri bagi calon orangtua. Selama ini, untuk mendeteksi sindrom Down digunakan ultrasonografi 4 dimensi atau USG 4D, tapi tak lama lagi tes darah juga bisa mendeteksi sindrom Down pada bayi dalam kandungan. Sindrom Down adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom dan kelainan genetik.

Pada bayi dalam kandungan, sindrom Down dapat dideteksi dengan tes non-invasif yaitu USG 4D. Tapi ilmuwan sedang mengembangkan tes darah yang murah dan cepat untuk dapat menyelamatkan hidup ratusan bayi yang lahir dengan kelainan genetik sindrom Down. Dengan pengujian baru ini, fragmen DNA anak, yang terdapat dalam darah ibu memberikan informasi penting tentang susunan genetik bayi tersebut. Temuan yang akan dipublikasikan pada konferensi tahunan European Society of Human Reproduction and Embryology di Roma ini baru akan tersedia di rumah sakit atau tempat-tempat pelayanan kesehatan sekitar 2-4 tahun mendatang.

Diagnosa tes darah yang dikenal dengan ‘holy grail’ dapat mendeteksi tanda-tanda penyakit pada bayi hanya dari beberapa tetes darah ibu yang sedang mengandung. Tes ini dapat menyelamatkan nyawa bayi dengan menghilangkan risiko keguguran. Keduanya melibatkan tes invasif, yaitu dengan menggunakan jarum yang dimasukkan ke dalam rahim untuk mengeluarkan cairan yang mengelilingi bayi yang belum lahir, yang dapat meningkatkan risiko keguguran dan infeksi pada ibu hamil.