Siklus Uterus dan Fase Haid

https://www.ibubayi.comSiklus uterus

Dengan diproduksinya hormone steroid oleh ovarium secara siklik akan menginduksi perubahan penting pada uterus, yang melibatkan endometrium dan mukosa serviks.

Endometrium

Endometrium terdiri atas 2 lapis, yaitu lapisan superficial yang akan mengelupas saat haid dan lapisan basal yang tidak ikut dalam proses haid, tetapi ikut dalam proses regenarasi lapisan superficial untuk siklus berikutnya.

Batas antara 2 lapis tersebut ditandai dengan perubahan dalam karakteristik arteriola yang memasok endometrium. Basal endometrium kuat, tapi karena pengaruh hormone menjadi berkeluk dan memberikan kesempatan a.spiralis berkembang. Susunan anatomi tersebut sangat penting dalam fisiologi pengelupasan lapisan superficial endometrium.

Fase proliferasi

Selama fase folikular di ovarium, endometrium di bawah pengaruh estrogen, pada akhir haid proses regenerasi berjalan dengan cepat. Saat ini disebut fase proliferasi, kelenjar tubular yang tersusun rapi sejajar dengan sedikit sekresi.

Fase sekretoris

Setelah ovulasi, produksi progesterone menginduksi perubahan sekresi endometrium. Tampak sekretori dari vacuole dalam epitel kelenjar di bawah nucleus, sekresi maternal ke dalam lumen kelenjar dan menjadi berkelok-kelok.

Fase haid

Normal fase luteal berlangsung selama 14 hari. Pada akhir fase ini terjadi regresi korpus luteum yang ada hubungannya dengan menurunnya produksi estrogen dan progesterone ovarium.

Penurunan ini diikuti oleh kontraksi spasmodic yang intens dari bagian arteri spiralis kemudian endometrium menjadi iskemik dan nekrosis, terjadi pengelupasan lapisan superficial endometrium dan terjadilah perdarahan.

Vasospasmus terjadi karena adanya produksi local prostaglandin. Prostaglandin juga meningkatkan kontraksi uterus bersamaan dengan aliran darah haid yang tidak membeku karena adanya aktivitas fibrinolitik local dalam pembuluh darah endometrium yang mencapai puncaknya saat haid.