Selera Ibu Juga Mempengaruhi Selera Bayi

Selera Ibu Juga Mempengaruhi Selera BayiSaat seorang bayi lahir ke dalam dunia, mungkin banyak di antara kita yang berpikir bahwa ia terlahir dalam keadaan murni, bersih, dan belum tercemar akan apapun juga. Ternyata, hal ini tak sepenuhnya benar, sebab segala sesuatu yang terjadi pada ibu hamil, semua itu turut mempengaruhi masa depan keturunannya kelak. Selera ibu terhadap anaknya dengan mempelajari 2.670 wanita hamil. Penelitian yang dimulai tahun 1999 ini mendapati, apapun yang dihadapi ibu hamil, mulai dari makanan, minuman, emosi, tingkat stres, latihan, hingga pekerjaan yang dilakukan, semua itu secara tak langsung juga ‘dialami’ oleh si kecil. Singkat kata, gaya hidup sang ibu menurun pada anaknya.

Indera perasa dan pembau janin sudah mulai aktif sejak usia kandungan menyentuh titik 7 bulan. Dalam eksperimen berbeda yang dilakukan pada hewan tikus, Stephanie Bayol dan timnya dari Royal ­Veterinary College, London, menemukan bahwa keturunan induk tikus yang sering diberi makan junk food cenderung lebih rakus ketimbang anak induk tikus yang diberi asupan sehat. Hal ini menyatakan bahwa para ibu penyuka junk food berpotensi besar memiliki anak dengan berat overweight di masa depan. Jika diet ibu tergolong sehat, maka hal itu juga akan berpengaruh pada keturunannya. Penelitian lain (2001) dilakukan pada sekelompok ibu hamil oleh tim peneliti Monell Senses Centre, Philadelphia. Mereka meminta beberapa ibu rutin minum jus wortel selama tri semester pertama, sedang grup ibu hamil lainnya hanya diminta untuk mengonsumsi air.