Saat Bayi Mulai Belajar Bahasa

Meski Anda belum begitu memahami ocehan bayi (babbling), namun aktif tidaknya bayi Anda mengoceh bisa menjadi landasan bagi perkembangan bahasanya kelak. Jika sampai usia 6 bulan ia tampak pendiam, sebaiknya orangtua mulai waspada. Pada umumnya sejak usia 4 bulan bayi sudah mulai menghasilkan suku kata berulang seperti “ba-ba-ba” atau “da-da-da“. Jika bayi belum mengoceh, bisa jadi ada sesuatu yang mengganggu tahap perkembangannya.

Ia menambahkan, babbling kini semakin dipahami para ahli sebagai perintis atau landasan bagi kemampuan berbicara. Babbling juga bisa menjadi indikator bagi perkembangan kecerdasan dan emosi sosial bayi. Penelitian juga menemukan komponen bunyi dalam ocehan bayi dipengaruhi oleh sistem saraf, kognitif dan faktor sosial.

Kata babble sendiri merupakan cerminan dari suku kata yang diulang-ulang dengan kata konsonan yang sama. Misalnya ba-ba-ba atau ta-ta-ta. Babbling mungkin sporadis pada awalnya namun seiring dengan waktu dan latihan, sebagian besar bayi mulai melatih suara, intonasi dan irama bahasa.

Di usia 7 bulan atau lebih biasanya suara yang dihasilkan bayi berkembang menjadi babble kanonikal, yakni termasuk suara vokal dan konsonan. Bayi yang hanya mengoceh tanpa membuat suara konsonan, misalnya hanya “aaa” atau “ooo” saja bisa jadi karena otot-otot di mulutnya tidak digunakan dengan baik sehingga suara yang dihasilkan tidak menghasilkan bahasa.