Preeklampsia Bisa Dicegah dengan Probiotik Bagi Ibu Hamil

Preeklampsia adalah salah satu komplikasi saat hamil yang bisa berbahaya bagi ibu dan juga janin. perempuan hamil yang teratur mengonsumsi susu atau yogurt dengan kandungan bakteri ‘baik’ (probiotik) kemungkinan lebih kecil menderita komplikasi kehamilan akhir atau dikenal dengan preeklampsia. Preeklampsia terjadi ketika ibu hamil memiliki peningkatan tekanan darah secara mendadak setelah usia kehamilan mencapai 20 minggu. Tanda-tanda yang muncul biasanya ada protein dalam urine serta pembengkakan di wajah dan tangan. Gangguan ini kemungkinan mempengaruhi sekitar 5 persen dari semua ibu hamil dan bisa berbahaya jika tidak segera diatasi, karena bisa menyebabkan ibu hamil kejang atau bahkan koma.

Setelah memperhitungkan faktor lain seperti berat badan, pendidikan dan kebiasaan merokok, maka konsumsi probiotik bisa menurunkan risiko preeklampsia 20 persen lebih rendah. Mengonsumsi probiotik pada ibu hamil terbilang aman, karenanya uji klinis bisa menguji apakah perempuan yang mengonsumsi probiotik jadi memiliki risiko preeklampsia yang lebih rendah. Untuk memastikannya harus dilakukan dengan kapsul probiotik yang mengandung sejumlah bakteri yang bisa diatur dibandingkan melalui makanan. Hingga kini tidak ada yang tahu cara paling tepat mencegah preeklampsia, karenanya para ahli mendesak ibu hamil untuk rutin melakukan pemeriksaan secara teratur. Jika ada sesuatu yang tidak beres maka dokter bisa segera mengambil tindakan, karena melahirkan bayi lebih dini adalah satu-satunya obat untuk preeklamps