Posisi Cepat Hamil

Posisi Cepat HamilHubungan antara posisi seks dan cepat hamil masih kontroversi. Sampai saat ini belum ada bukti sains yang menguatkan kontroversi ini. secara logika, jika posisi seks sedemikian rupa, dapat menyebabkan gaya gravitasi membantu mendorong sperma ke arah sel telur. Tidak ada salahnya mencoba posisi dengan memanfaatkan gaya gravitasi ini.

Hindarilah posisi dimana leher rahim hanya terbuka sedikit dan melawan gravitasi seperti posisi berdiri, duduk, atau wanita di atas. Posisi pria di atas adalah posisi terbaik agar bisa cepat hamil. Posisi ini memungkinkan terjadinya penetrasi paling dalam yang dapat menyebabkan sperma bisa jauh lebih mudah mendekati leher rahim.

Menaikan paha wanita misalnya dengan menempatkan bantal di bawah pinggul, sangat membantu sperma mencapai sel telur, karena membuka leher rahim dengan maksimal. Selain dari posisi-posisi di atas, jangan lupa untuk pihak wanita mencapai orgasme. Orgasme wanita memungkinkan adanya kontraksi yang bisa mendorong sperma menuju leher rahim. Jadi pastikan orgasme wanita terjadi setelah sperma ada di dalam rahim.

Dan yang tidak kalah penting, setelah bercinta, taruh bantal di bawah pinggul wanita agar pinggul sedikit terangkat. Diamkan pada posisi ini selama 15-20 menit. Agar sperma tidak keluar tapi memilik waktu lebih lama untuk berenang mencapai sel telur.

Risiko Tinggi Pada Masa Kehamilan

Kehamilan dengan resiko tinggi adalah kehamilan yang memiliki resiko meninggalnya bayi, ibu atau melahirkan bayi yang cacat atau terjadi komplikasi kehmailan, yang lebih besar dari resiko pada wanita normal umumnya.

Ada banyak hal yang menyebabkan suatu kehamilan masuk dalam kategori resiko tinggi, antara lain:

Ibu hamil berusia 35 tahun atau keatas

– Ibu hamil berusia 15 tahun atau kurang
– Pernah memiliki riwayat kehamilan atau persalinan yang tidak baik
– Tinggi ibu kurang dari 145 cm
– Berat ibu sangat kurang
– Memiliki tekanan darah tinggi
– Kekurangan darah / anemia
– Memiliki kelainan jantung
– Memiliki penyakit asma
– Memiliki penyakit diabetes
– Memiliki penyakit ayan
– Ada keturunan cacat mental
– Letak janin tidak normal
– Mengalami perdarahan