Perut Hamil Tapi Kosong Tak Ada Janin

Perut Hamil Tapi Kosong Tak Ada JaninKehamilan adalah proses yang diimpikan banyak perempuan. Tapi kadang kehamilan yang terjadi tak seperti yang diimpikan, salah satunya adalah mengalami hamil anggur. Perut ibu hamil membesar tapi di dalamnya kosong tak ada janin. Dalam kamus kedokteran sebenarnya tidak ada istilah hamil anggur. Istilah ini hanya digunakan oleh masyarakat awam apabila seorang perempuan hamil tapi kehamilannya gagal membentuk janin dalam kandungan, dunia kedokteran mengenalnya dengan istilah Mola hidatidosa.

Hamil anggur sama seperti hamil biasa, tapi rahimnya kosong dalam arti tidak ada bayinya. Dinamakan hamil anggur karena berisi gelembung-gelembung cairan bening seperti buah anggur atau gelembung udara.

Cara Mengetahui Hamil Anggur

Kehamilan ini bisa dideteksi saat usia kehamilan 8-10 minggu. Apabila saat usia kehamilan tersebut dilakukan pemeriksaan USG (ultrasonografi) dan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan adanya bayi, maka ada kemungkinan perempuan tersebut mengalami hamil anggur. Penyebab dari seorang perempuan mengalami hamil anggur adalah akibat status gizi yang buruk dari perempuan tersebut semenjak dirinya belum hamil atau akibat kelainan genetik pada kromosom yang berasal dari sperma atau sel telurnya.

Hamil anggur ini bisa diketahui apabila sudah melakukan pemeriksaan USG, kadang hamil anggur ini juga ditandai dengan pembesaran perut yang tidak normal misalnya usia kehamilan baru 4 bulan tapi perutnya sudah terlihat seperti hamil 6 bulan. Jika seseorang mengalami hamil anggur, maka perawatan yang harus dilakukannya adalah dengan cara dikuret sama seperti jika seseorang mengalami keguguran. Kuret ini berguna untuk membersihkan rahim. Dua bulan setelah dikuret, pasien harus melakukan pemeriksaan darah untuk melihat kadar dari hormon hamilnya. Jika kadarnya sudah normal, maka orang tersebut sudah bisa hamil lagi.

Tapi jika kadar hormon hamilnya masih tinggi atau justru lebih tinggi dari sebelumnya, maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan pengobatan berupa kemoterapi. Karena hamil anggur ini ada yang bersifat jinak tapi ada juga yang ganas. Kalau ganas bisa menyebar ke organ-organ lain, makanya harus dilakukan kemoterapi.

Sel hamil anggur yang ganas ini bisa juga disebabkan karena kurang bersihnya saat melakukan kuret, sehingga masih ada sel yang melekat di dinding rahim. Jika tidak dilakukan perawatan lebih lanjut ada kemungkinan sel ini akan berubah menjadi kanker. Karena tetap mengandung hormon hamil, maka saat seorang perempuan melakukan cek kehamilan dengan menggunakan test pack hasilnya tetap menunjukkan tanda positif. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan USG jika sudah memasuki usia kehamilan 8-10 minggu.

Risiko Menunda Kehamilan

Beberapa pasangan suami istri terkadang suka menunda kehamilan demi mengejar karir atau alasan lainnya. Tapi peneliti dari Finlandia mengungkapkan perempuan yang menunda kehamilan hingga bertahun-tahun memiliki risiko melahirkan bayi yang tidak sehat. Perempuan yang menunda kehamilan atau membutuhkan waktu lama untuk hamil berisiko mengalami masalah selama kehamilan dan proses persalinannya, seperti mengalami diabetes saat hamil atau adanya infeksi pada selaput yang mengelilingi janin.

Kemampuan seorang perempuan untuk hamil sangat dipengaruhi oleh usianya. Sebagai contoh, sekitar 85 persen perempuan yang berusia subur atau kurang dari 35 tahun bisa hamil dalam waktu kurang lebih satu tahun. Tapi untuk perempuan yang berusia di atas 35 tahun hanya setengahnya yang memiliki kemungkinan untuk bisa hamil. Didapatkan perempuan yang hamil dalam waktu 6 bulan sebesar 75 persen, perempuan yang hamil dalam waktu 6 bulan sampai 1 tahun sebesar 12 persen, perempuan yang hamil dalam waktu 13 bulan hingga 2 tahun sebesar 6 persen dan yang membutuhkan waktu lebih dari 2 tahun sebesar 4 persen.