Perubahan Serviks Pada Saat Hamil

https://www.ibubayi.comSatu bulan setelah konsepsi serviks akan menjadi lebih lunak dan kebiruan. Perubahan ini terjadi akibat penambahan vaskularisasi dan terjadinya edema pada seluruh serviks, bersamaan dengan terjadinya hipertrofi dan hyperplasia pada kelenjar-kelenjar serviks.

Berbeda kontras dengan korpus, serviks hanya memiliki 10-15% otot polos. Jaringan ikat ekstraselular serviks terutama kolagen tipe 1 dan 3 dan sedikit tipe 4 pada membrane basalis.

Diantara molekul-molekul kolagen itu, berkatalisasi glikosaminoglikin dan proteoglikin, terutama dermantan sulfat, asam hialuronat, dan heparin sulfat. Juga ditemukan fibronektin dan elastin diantara serabut kolagen.

Rasio tertinggi elastin terhadap kolagen terdapat diostium interna. Baik elastin maupun otot polos semakin menurun jumlahnya mulai dari ostium interna ke ostium eksterna.

Serviks manusia merupakan organ yang komples dan heterogen yang mengalami perubahan yang luar biasa selama kehamilan dan persalinan.

Bersifat seperti katup yang bertanggung jawab menjaga janin didalam uterus sampai akhir kehamilan dan selama persalinan. Serviks didominasi jaringan ikat fibrosa.

Komposisinya berupa jarigan matriks ekstraseluler terutama mengandung kolagen dengan elastin dan proteoglikan dan bagian sel yang mengandung otot dan fibroblast, epitel, serta pembuluh darah. Rasio relative jaringan ikat terhadap otot tidak sama sepanjang serviks yang semakin ke distal rasio ini semakin besar.

Pada perempuan yang tidak hamil berkas kolagen pada serviks terbungkus rapat dan tidak beraturan. Selama kehamilan, kolagen secara katif disintesis dan secara terus menerus diremodel oleh kolagenase, yang disekresi oleh sel-sel serviks dan neutrofil.

Kolagen didegradasi oleh kolagenese intraseluler yang menyingkirkan struktur prokolagen yang tidak sempurna untuk mencegah pembentukan kolagen yang lemah, dan lolagenese ekstraseluler yang secara lambat akan melemahkan matriks kolagen agar persalinan dapat berlangsung.