Penyebab Trauma Lahir pada Bayi

https://www.ibubayi.comProses kelahiran merupakan kombinasi dari kompresi, kotraksi, torsi, dan traksi. Jika janin besar, adanya kelainan letak, atau imaturitas  neorologis, proses kelahiran dapat menimbulkan kerusakan jaringan, edema, perdarahan, atau fraktur pada bayi baru lahir.

Persalinan dengan alat akan meningkatkan kejadian trauma lahir. Pada kondisi tertentu, bedah sesar dapat merupakan suatu alternative, meskipun tidak menjamin kelahiran yang bebas trauma.

Factor predisposisi terjadinya trauma lahir antara lain primigravida, disproporsi sefalopelvik (ibu pendek, kelainan rongga panggul), persalinan yang berlangsung terlalu lama atau cepat, oligohidramnion, presentasi abnormal (sungsang), ekstraksi forceps atau vakum (midcavity), versi dan ekstraksi, bayi berat lahir sangat rendah atau sangat premature, makrosomia, ukuran kepala janin besar, dan anomaly janin.

Trauma lahir dengan prognosis jangka panjang yang baik

Jaringan lunak

  • Abrasi
  • Petekia atau eritema
  • Ekimosis
  • Laserasi
  • Nekrosis lemak subkutan

Tulang tengkorak

  • Kaput suksedaneum
  • Hematoma sefal
  • Fraktur linier

Wajah

  • Perdarahan subkonjungtiva
  • Perdarahan retina

Trauma musculoskeletal

  • Fraktur klavikula
  • Fraktur tulang panjang
  • Trauma sternokleidomastoid

Trauma Intraabdomen

  • Hematoma hati
  • Hematoma limpa
  • Perdarahan adrenal
  • Perdarahan ginjal

Saraf tepi

  • Paralisis nervus VII
  • Paralisis pita suara unilateral
  • Paralisis nervus radialis
  • Trauma pleksus lumbosakral