Penyebab Hematoma Subgaleal pada Bayi

https://www.ibubayi.comHematoma subgaleal merupakan perdarahan pada ruang antara periosteum tulang tengkorak dan aponeurosis galea kulit kepala. Sembilan puluh persen kasus terjadi akibat alat vakum yang dipasang pada kepala bayi saat proses kelahiran.

Hematoma subgaleal memiliki kekerapan yang tinggi terhadap terjadinya trauma kepala (40%), seperti perdarahan intracranial atau fraktur tulang tengkorak. Kejadian tersebut tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan beratnya perdarahan subgaleal.

Diagnosis umumnya atas dasar klinik, yaitu adanya massa yang berfluktuasi pada kulit kepala (terutama pada daerah oksipital). Pembengkakan tersebut timbul secara bertahap dalam 12-72 jam setelah proses persalinan.

Meskipun demikian, pada kasus yang berat dapat terjadi segera setelah lahir. Hematoma tersebar melampaui seluruh kalvaria. Hematoma subgaleal timbulnya secara perlahan dan kadang-kadang tidak dapat dikenali dalam beberapa jam.

Pasien dengan hematoma subgaleal dapat mengalami syok hemoragik. Pembengkakan dapat mengaburkan fontanel dan melawati garis sutura (berbeda dengan hematoma sefal).

Harus diantisipasi kemungkinan terjadinya Hiperbilirubinemia yang signifikan. Bila tidak disertai syok atau trauma intracranial, prognosis jangka panjang umumnya baik.

Pemeriksaan laboratorium meliputi pemeriksaan hematokrit. Penanganan meliputi observasi ketat untuk mendeteksi perburukan klinik dan terapi terhadap terjadinya syok dan anemia. Transfusi dan fototerapi mungkin diperlukan. Pemeriksaan untuk mengetahui adanya gangguan pembekuan darah mungkin diperlukan.