Pengaruh Obat Pada Kehamilan dan Janin

https://www.ibubayi.comPemberian obat pada ibu hamil harus diperkirakan efek obat terhadap ibu dan tidak boleh melupakan pengaruh atau efek samping obat pada janin.

Keberadaan obat pada ibu hamil dapat ditinjau dari 3 kompartemen, yaitu kompartemen Ibu, kompartemen plasenta, dan kompartemen fetal.

Pada ibu hamil tumbuh unit fetoplasental dalam uterus. Hormone plasenta mempengaruhi fungsi traktus digestivus dan motilitas usus. Demikian pula filtrasi glomerulus meningkat.

Resorbsi inhalasi alveoli paru juga terpengaruh. Resorbsi obat pada usus ibu hamil lebih lama, eliminasi obat lewat ginjal lebih cepat, dan resorbsi obat inhalasi pada alveoli paru bertambah.

Pada awal trimester dua dan tiga akan terjadi hidraemia, volume darah meningkat sehingga kadar obat relatif turun. Kadar albumin relatif menurun sehingga pengikat obat yang masuk sirkulasi fetal, kadar/dosis obat dapat berpengaruh baik ataupun jelek pada organ-organ vital janin.

Hal ini dapat meningkatkan kelainan organ atau pertumbuhan janin intrauterine. Jenis obat, dosis yang tinggi, dan lama paparannya akan berpengaruh teratogenik pada janin, terutama pada trimester satu.

Untuk itu perlu dipikirkan mengenai farmakokinetik obat pada ibu hamil dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan janin dan efek negatifnya.