Pengaruh Kehamilan Postterm Pada Plasenta

https://www.ibubayi.comKehamilan Postterm mempunyai resiko lebih tinggi dari pada kehamilan aterm, terutama terhadap kematian perinatal (antepartum, intrapartum, dan postpartum) berkaitan dengan aspirasi mekonium dan asfiksia.

Perubahan pada plasenta

Disfungsi plasenta merupakan factor penyebab terjadinya komplikasi pada kehamilan Postterm dan meningkatnya risiko pada janin. Penurunan fungsi plasenta dapat dibuktikan dengan penurunan kadar estriol dan pasental laktogen. Perubahan yang terjadi pada plasenta sebagai berikut

1. Penimbunan kalsium

Pada kehamilan Postterm terjadi peningkatan penimbunan kalsium pada plasenta. Hal ini dapat meyebabkan gawat janin dan bahkan kematian janin intrauterine yang dapat meningkat sampai 2-4 kali lipat.

Timbunan kalsium plasenta meningkat sesuai dengan progresivitas degenerasi plasenta. Namun, beberapa vili mungkin mengalami degenarasi tanpa mengalami kalsifikasi.

 2. Selaput vaskulosinsisial menjadi tambah tebal dan jumlahnya berkurang. Keadaan ini dapat menurunkan mekanisme transport plasenta.

3. Terjadi proses degenerasi jaringan plasenta seperti epidema, timbunan fibrinoid, fibrosis, thrombosis intervili, dan infark vili

4. Perubahan biokimia.

Adanya insufisiensi plasenta menyebabkan protein plasenta dan kadar DNA di bawah normal, sedangkan konsentrasi RNA meingkat. Transport kalsium tidak terganggu, aliran natrium, kalium dan glikuosa menurun.

Pengangkutan bahan dengan berat molekul tinggi seperti asam amino, lemak, dan gama globulin biasanya mengalami gangguan sehingga dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin intrauterine.