Patologi dan Diagnosis Pertumbuhan Janin Terhambat

https://www.ibubayi.comPatologi

Pada kelainan sirkulasi uteroplasenta akibat dari perkembangan plasenta yang abnormal, pasokan oksigen, masukan nutrisi, dan pengeluaran hasil metabolikmenjadi abnormal.

Janin menjadi kekurangan oksigen dan nutrisi pada trimester akhir sehingga timbul PJT yang asimetrik yaitu lingkar perut yang jauh lebih kecil dari pada lingkar kepala. Pada keadaan yang parah mungkin terjadi kerusakan tingkat seluler berupa kelainan nucleus dan mitokondria.

Pada keadaan hipoksia, produksi radikal bebas diplasenta menjadi sangat banyak dan antioksidan yang relative kurang (misalnya: preeclampsia) akan menjadi lebih parah.

Penyebab PJT simetrik adalah factor janin atau lingkungan uterus yang kronik (diabetes, hipertensi). Factor janin ialah kelainan genetic (aneuplodi), umumnya trisomi 21, 13, dan 18. Secara keseluruhan PJT ternyata hanya 20% saja yang asimetrik pada sebuah penelitian.

Diagnosis

Secara klinis awal pertumbuhan janin yang terhambat dikenal setelah 28 minggu. Namun, secara ultrasonografi mungkin sudah dapat diduga lebih awal dengan adanya biometri dan taksiran berat janin yang tidak sesuai dengan usia gestasi.

Secara klinik pemeriksaan tinggi fundus umumnya dalam sentimeter akan sesuai dengan usia kehamilan. Bila lebih rendah dari 3 cm, patut dicurigai adanya PJT, meskipun sensivitasnya hanya 40%.

Sebaiknya kepastian PJT dapat dibuat apabila terdapat data USG sebelum 20 minggu sehingga pada kehamilan 32-34 minggu dapat ditentukan secara lebih tepat.

Biometri yang menetap terutama pengawasan lingkar abdomen yang tidak bertambah merupakan pertanda awal PJT; terlebih diameter biparietal yang juga tidak bertambah setelah lebih dari 2 minggu.

Pemeriksaan secara Doppler arus darah: a.umbilikal, a.uterina dan a.spiralis mungkin dapat mencurigai secara awal adanya arus darah yang abnormal atau PJT.

Cairan amnion merupakan petanda kesejahteraan janin. Jumlah cairan amnion yang normal merupakan indikasi fungsi sirkulasi janin relative baik. Bila terdapat oligohidramnion, patut dicurigai perburukan fungsi janin.

Patut difahami, sekalipun tidak ditemukan kelainan mayor pada USG, ternyata masih mungkin ditemukan kelainan bawaan sebanyak 20%.