Non Stress Test dan Pemeriksaan Kardiotokografi Pada Masa Kehamilan

https://www.ibubayi.comPada awalnya pemeriksaan kardiotokografi dikerjakan saat persalinan (inpartu). Namun, kemudian terbukti bahwa pemeriksaan kardiotokografi ini banyak manfaatnya pada masa kehamilan, khususnya pada kasus-kasus dengan faktor risiko untuk terjadinya gangguan kesejahteraan janin (hipoksia) dalam rahim seperti:

a. Hipertensi dalam kehamilan/gestosis

b. Kehamilan dengan diabetes mellitus

c. Kehamilan post-term

d. Pertumbuhan janin dalam rahin terhambat

e. Ketuban pecah prematur (KPP)

f. Gerakan janin berkurang

g. Kehamilan dengan anemia

h. Kehamilan ganda

i. Oligohidramnion

j. Polihidramnion

k. Riwayat obstetrik buruk

l. Kehamilan dengan penyakit ibu

Non Strees Test (NST)

Pemeriksaan NST dilakukan untuk menilai gambaran denyut jantung janin dalam hubungannya dengan gerakan/aktivitas janin.

Adapun penilaian NST dilakukan terhadap frekuensi dasar denyut jantung janin (baseline), variabilitas (variability) dan timbulnya akselerasi yang sesuai dengan gerakan/aktivitas janin (Fetal Activity Determination/FAD).

Interprestasi NST.

1. Reaktif

a. Terdapat paling sedikit 2 kali gerakan janin dalam waktu 20 menit pemeriksaan yang disertai dengan adanya akselerasi paling sedikit 10 – 15 dpm.

b. Frekuensi dasar denyut jantung janin di luar gerakan janin antara 120 -160.

c. Variabilitas denyut jantung janin antara 6 – 25 dpm.

2. Nonreaktif

a. Tidak di dapatkan gerakan janin selama 20 menit pemeriksaan atau tidak ditemukan adanya akselerasi pada setiap gerakan janin.

b. Variabilitas denyut jantung janin mungkin masih normal atau berkurang sampai menghilang.

3. Meragukan

a. Terdapat gerakan janin tetapi kurang dari 2 kali selam 20 menit pemeriksaan atau terdapat akselerasi yang kurang dari 10 dpm.

b. Frekuensi dasar denyut jantung janin normal.

c. Variabilitas denyut jantung janin normal.

Pada hasil yang meragukan, pemeriksaan hendaknya diulangi dalam waktu 24 jam atau dilanjutkan dengan pemeriksaan Contraction Strees Test (CST).

4. Hasil pemeriksaan NST disebut abnormal (baik reaktif maupun nonreaktif) apabila ditemukan:

a. Bradikardi

b. Deselerasi 40 dpm atau lebih di bawahfrekuensi dasar (baseline), atau denyut jantung janin mencapai 90 dpm, yang lamanya 60 detik atau lebih.

Pada keadaan ini sebaikntnya dilakukan terminasi kehamilan bila janin suda viabel atau pemeriksaan ulang setiap 12- 24 jam bila janin belum viabel.

Hasil NST yang reaktif biasanya diikuti oleh keadaan janin yang masih baik sampai 1 minggu kemudian (dengan spesifitas sekitar 90 %), sehingga pemeriksaan ulang dianjurkan  1 minggu kemudian.

Namun, bila ada faktor risiko seperti hipertensi/gestosis, diabetes millitus,perdarahan, atau oligohidramnio hasil NST yang reaktif tidak menjamin bahwa keadaan janin akan masih tetap baik sampai 1 minggu kemudian, sehingga pemeriksaan ulang harus lebih sering (1 minggu).

Hasil NST nonreaktif mempunyai nilai prediksi positif yang rendah < 30 %, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan dengan CST atau pemeriksaan lain yang mempunyai nilai prediksi positif yang lebih tinggi (Doppler-USG).

Sebaiknya NST tidak dipakai sebagai parameter tunggal untuk menentukan intervensi atar terminasi kehamilan oleh karena tingginya angka positif palsu tersebut (dianjurkan untuk menilai profil biofisik janin yang lainnya).