Muntah Hijau, Tanda Usus si Kecil Terpuntir

Muntah Hijau, Tanda Usus si Kecil TerpuntirKetika bayi sakit sulit sekali mendeteksinya. Si bayi tidak bisa bicara hanya tangisnya saja yang terdengar. Kasus usus terpuntir (terpilin) adalah salah satu yang sulit dideteksi. Muntah berwarna hijau adalah salah satu gejalanya terutama pada usia bayi 2 bulan. Karena susah dideteksi, banyak orangtua yang tidak menyadari, padahal kondisi usus terpuntir ini berbahaya bagi si kecil dan butuh penanganan pembedahan segera.

Terpuntir adalah keadaan yang terjadi jika salah satu usus berputar dengan arah yang berlawanan dengan arah putaran pada ujung yang lain. Usus terpuntir dalam dunia medis dikenal dengan nama volvulus. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan di usus sehingga mengganggu atau menahan perjalanan sisa makanan, kotoran, cairan atau gas yang melalui usus.

Umumnya kondisi volvulus terkait dengan kelainan bawaan malrotasi usus (salah letak dari usus), namun ada juga yang tidak terkait. Jika volvulus ini berlangsung terus menerus dan tidak segera diobati, maka bisa menyebabkan kematian dari jaringan usus disekitar letak usus terpuntir tersebut.

Seperti dikutip dari eMedicine, Rabu (26/5/2010) sekitar 68-71 persen kasus ini terjadi sejak kelahiran bayi. Kebanyakan kasus terjadi sekitar usia 2 bulan setelah lahir dengan perkiraan sekitar 50 persen terjadi di bulan pertama kehidupan bayi. Namun tidak ada perbedaan antara bayi laki-laki atau perempuan.

Bayi yang mengalami volvulus biasanya akan merasakan gejala seperti:

– Sakit perut yang tiba-tiba, hal ini disebabkan saluran dari usus yang tersumbat.
– Mual
– Muntah yang berwarna hijau
– Susah buang air besar (sembelit)
– Perut mengembang
– Terdapat darah pada feses bayi.

Jika ketahui ada jaringan di usus yang sudah mati, maka dilakukan pemotongan bagian usus tersebut, dan ujung dari usus yang sehat di jahit kembali. Karenanya diperlukan deteksi lebih dini dari kondisi ini, jika pembedahan dilakukan lebih dini maka kemungkinan tidak ditemukan adanya jaringan di usus yang mati. Ada beberapa kemungkinan komplikasi dari kondisi ini yaitu infeksi perut jika terjadi penyumbatan di usus yang nantinya dapat menyebabkan perforasi usus, serta sindrom usus pendek yang bisa terjadi jika sebagian besar usus harus dipotong karena mengalami kematian jaringan.