Menjaga Emosi Seusai Keguguran

Menjaga Emosi Seusai KeguguranPerempuan yang baru saja mengalami keguguran pasti akan mengalami pergolakan emosi atau trauma tersendiri. Bagaimana cara mengatasi perubahan emosi yang terjadi setelah keguguran? Dampak emosional yang timbul akan membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih lama dibandingkan dengan dampak fisik yang terjadi. Dan selama ini beberapa perempuan memiliki kecenderungan untuk membiarkan kesedihan tersebut berlarut-larut.Seperti dikutip dari Americanpregnancy.org, Rabu (13/10/2010) perempuan yang mengalami keguguran akan memiliki lonjakan emosi layaknya roller coaster, seperti emosi mati rasa, tidak percaya, kemarahan, rasa bersalah, sedih, depresi dan sulit berkonsentrasi.

Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Mengetahui fakta-fakta yang terjadi, seperti apa penyebab dari keguguran serta memahami bahwa kondisi ini adalah yang terbaik untuk keduanya.
2. Berusaha melindungi diri dengan cara menghindari situasi yang diketahui akan sulit, karena itu tetapkan tujuan yang realistis bagi diri sendiri.
3. Meluangkan waktu untuk menyenangkan diri sendiri, karena proses penyembuhan ini tidak bisa terburu-buru.
4. Menerima dukungan dari orang-orang terdekat, tapi jika hal ini tidak berhasil bisa meminta bantuan pada konselor atau mengikuti kelompok dukungan (support group) tertentu.
5. Jadilah orang yang sedih dan gembira. Seseorang boleh saja merasa sedih, tapi jangan biarkan kesedihan tersebut mengendalikan dirinya. Setelah bersedih-sedih tak ada salahnya untuk melakukan hal-hal menyenangkan hingga bisa tertawa dan senang.
6. Membuat keputusan yang tepat mengenai baju-baju hamil dan mungkin barang-barang bayi yang sudah terbeli. Tak ada salahnya untuk menyimpan barang-barang tersebut, atau mungkin memberikannya kepada orang lain.