Mengenal Perubahan pada Saat Hamil

https://www.ibubayi.comPenentuan dan dugaan terhadap kehamilan sangat terkait dengan pengetahuan tentang fisiologi awal kehamilan. Pengenalan ini juga penting bagi penapisan terhadap kelainan yang mungkin terjadi selama kehamilan.

Tanda-tanda presumtif adalah perubahan fisiologik pada ibu atau seorang perempuan yang mengindikasikan bahwa ia telah hamil. Tanda-tanda tidak pasti atau terduga hamil adalah perubahan anatomik dan fisiologik selain dari tanda-tanda presumtif yang dapat dideteksi atau dikenal oleh pemeriksa.

Tanda-tanda pasti kehamilan adalah data atau kondisi yang mengindikasikan adanya buah kehamilan atau bayi yang diketahui melalui pemeriksaan dan direkam oleh pemeriksa (misalnya denyut jantung janin, gambaran sonogram janin, dan gerakan janin).

Setelah ovum dikeluarkan dari folikel deGraf matang di ovarium, maka folikel ini akan berubah menjadi korpus luteum yang berperan dalam siklus menstruasi dan mengalami degenerasi setelah terjadinya menstruasi.

Bila ovum dibuahi oleh spermatozoa maka korpus luteum akan dipertahankan oleh korionik gonadotropin yang dihasilkan oleh sinsisiontrofoblas di sekitar blastokis menjadi korpus luteum kehamilan.

Progesteron yang dihasilkan oleh korpus luteum sangat diperlukan untuk menyiapakan proses implantasi di dinding uterus dan proses kehamilan  dalam trimester pertama sebelum nantinya fungsi ini diambil alih oleh plasenta pada trismeter kedua.

Progesteron yang dihasilkan dari korpus luteum juga menyebabkan peningkatan suhu tubuh basal yang tarjadi setelah ovulasi akan tetap bertahan.

Kehamilan menyebabkan dinding dalam uterus (endometrium) tidak dilepaskan sehingga amenore atau tidak datangnya haid dianggapnya sebagai tanda kehamilan.

Namun, hal ini tidak dapat dianggap sebagai tanda pasti kehamilan karena amenore dapat juga terjadi pada beberapa penyakit kronik, tumor hipofise, perubahan faktor-faktor lingkungan, malnitrisi dan (yang paling sering)  gangguan emosional terutama pada mereka yang tidak ingin hamil atau melahan mereka yang ingin sekali hamil (dikenal dengan pseudocyesis atau hamil semu).

Konsentrasi tinggi estrogen dan progesteron yang dihasilkan oleh plasenta menimbulkan perubahan pada payudara (tegang dan membesar), pigmentasi kulit dan pembesaran uterus.

Adanya chorionic gonadotropin (hCG) digunakan sebagai dasar uji ilmu nologik kehamilan. Korionik somatotropin (Human Placental Lactogen/hPL) dengan mutan laktogenik akan merangsang pertumbuhan kelenjar susu di dalam payudara dan berbagai perubahan metabolik yang mengiringinya.