Mencegah Gigi Berlubang Pada Balita

Mencegah Gigi Berlubang Pada BalitaHampir semua anak-anak menyukai makanan manis. Sebagian besar orangtua membiarkan anak mengonsumsi makanan manis itu walau sebenarnya berbahaya untuk gigi karena bisa menyebabkan gigi berlubang (karies). Gula dan karbohidrat yang dimakan merupakan makanan yang disukai bakteri.

Terjadinya lubang pada gigi membutuhkan waktu 1-2 tahun, sedangkan pada gigi susu bisa lebih singkat. Menurut penelitian hampir separuh dari anak Amerika mengalami gigi berlubang pada usia kira-kira 4 tahun, bahkan ada yang jauh sebelumnya.

Gigi berlubang yang ditemukan dan dirawat secara dini bisa mengurangi rasa sakit, menghemat biaya dan yang terpenting menyelamatkan gigi. Meski informasi mengenai kesehatan gigi sudah banyak disebar,yatanya masih banyak orangtua yang mengabaikan kesehatan gigi balitanya.

Masih banyak di antara mereka yang berpikir, gigi susu si anak belum permanen sehingga nanti gigi akan tanggal diganti dengan gigi tetap. Gigi Universitas Trisakti Jakarta, kondisi gigi susu sangat berpengaruh pada gigi tetap seorang anak. Gigi susu juga bisa infeksi dan memengaruhi benih gigi tetapnya.

Gigi berlubang bisa menyebabkan rasa nyeri. Akibatnya anak jadi malas mengunyah dan menelan, lama-lama dia jadi tidak makan dan asupan nutrisinya berkurang. Anak bisa kurang gizi, sakit gigi bisa menurunkan tingkat produktivitas. Mereka malas beraktivitas. Kegiatan makan, belajar, bekerja, dan tidur pun terganggu. Dari segi estetika pun, gigi yang ompong atau cacat bisa menimbulkan rasa kurang percaya diri. Akibatnya, anak tidak mau bergaul karena khawatir diledek temannya.