Memberikan Induksi Pada Ibu Hamil yang Akan Melahirkan

Memberikan Induksi Pada Ibu Hamil yang Akan MelahirkanBantuan induksi tidak diberikan untuk semua ibu hamil yang akan melahirkan, karena induksi biasanya diberikan jika ada risiko yang mungkin menimpa ibu atau bayi yang dikandungnya jika si bayi tidak segera dikeluarkan. Dalam proses persalinan terkadang ibu hamil membutuhkan induksi yang bisa membantunya merangsang kontraksi. Tapi bukan berarti seseorang yang diinduksi nantinya harus melahirkan secara caesar, karena pada beberapa kasus ibu hamil tetap bisa melahirkan secara normal.

Ada beberapa kondisi yang membuat dokter merekomendasikan memberikan induksi pada ibu hamil yang akan melahirkan, yaitu:

1. Belum adanya tanda-tanda kontraksi secara alami setelah lebih dari 10 hari dari waktu persalinan yang diperkirakan.
2. Sudah mengalami pecah ketuban, tapi tidak mengalami kontraksi.
3. Memiliki air ketuban yang sedikit.
4. Adanya infeksi di dalam rahim.
5. Tidak adanya air ketuban yang cukup untuk mengelilingi bayi.
6. Kondisi plasenta mulai memburuk.
7. Memiliki kondisi medis yang bisa membuat ibu dan bayinya berisiko, seperti memiliki tekanan darah tinggi atau diabetes.
8. Bayi yang dikandung telah berhenti tumbuh dan tidak sesuai dengan proses pertumbuhan yang seharusnya.

Biasanya dokter akan menunggu kontraksi yang muncul secara alami selama 10-14 hari dari jadwal melahirkan yang sudah diperkirakan. Karena secara alami leher rahim pun telah dipersiapkan sebagai jalan untuk melahirkan. Namun jika kondisi ini tidak juga muncul, maka ada kemungkinan melakukan induksi adalah salah satu pilihan terbaik. Hal ini disebabkan semakin lama usia kehamilan, maka bayi yang dikandung juga akan semakin besar dan bisa mempersulit proses persalinan normal melalui vagina.