Memberi ASI Secara Eksklusif Tampaknya Banyak Rintangan

Pentingnya ASI Bagi BayiKampanye Air Susu Ibu (ASI) terus digalakkan untuk menghimbau ibu-ibu mau menyusui bayinya secara eksklusif hingga usia 6 bulan. Sayangnya, gencar dan luar biasanya iklan susu formula menenggelamkan kampanye-kampanye ASI.

ASI merupakan makanan bayi ciptaan Tuhan yang memenuhi kebutuhan gizi bayi serta mengandung zat kekebalan terhadap penyakit dan alergi. Setiap bayi berhak mendapatkan ASI dan setiap ibu perlu mendapat dukungan untuk menyusui.

Tapi di zaman moderen seperti sekarang, memberi ASI secara eksklusif tampaknya banyak rintangan, terlebih bila si ibu adalah seorang wanita karir yang hanya memiliki masa cuti hamil selama 3 bulan saja.

Jumlah ibu yang menyusui bayinya secara eksklusif (0-6 bulan) menunjukkan jumlah yang stagnan, bahkan cenderung menurun. Padahal penyuluhan dan kampanye ASI tampaknya semakin tahun semakin banyak dilakukan.

jika dilihat dari pertambahan usia bayi dari 0 sampai 6 bulan, diketahui ibu yang menyusui bayi sebesar 73 persen pada usia bayi 0-1 bulan, 77,1 (1-2 bulan), 63,3 (2-3 bulan), 56,7 persen (3-4 persen), 41,3 persen (4-5 bulan) dan hanya 24,3 persen yang masih menyususi pada saat bayi berusia 5-6 bulan.

Dalam rangka mendukung pemenuhan hak bayi dan ibu tersebut di atas, WHO dan UNICEF pada tahun 1989 sebenarnya telah memperkenalkan ’10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (10 LMKM)’ yang menekankan pentingnya peran khusus fasilitas pelayanan kesehatan ibu untuk menerapkan 10 LMKM agar semua ibu sukses menyusui.