Konsultasi: Diare Pada Bayi Anda

Minggu ini kami mendapatkan sejumlah pertanyaan menarik seputar perkembangan ibu dan bayi, tetapi ada satu topik yang cukup menarik yang ditanyakan oleh Bunda Kayla Azka berikut ini:

Kpd konsultan yang terhormat,,,
Saya disini ingin menanyakan.sebab bayi mencret/diare dan cara penanganan dan bgaimana ciri2 bayi yg sakit muntaber
Trimakasih

Bunda Kayla yang baik

Sistem pencernaan bayi dan balita, terutama bagian perut, sangat sensitif. Tidak heran bila mereka sering mengalami masalah yang berhubungan dengan perut, salah satunya adalah diare. Diare adalah kondisi dimana frekuensi buang air besar (BAB) meningkat dari biasanya, disertai dengan feses yang lebih cair. Ada tiga hal yang menyebabkan si kecil mengalami diare, yaitu faktor makanan, perjalanan melelahkan, dan akibat infeksi saluran cerna.

Infeksi saluran pencernaan umumnya disebabkan kuman, seperti bakteri Escherichia coli pada air yang kurang bersih. Bakteri ini masuk melalui makanan ke saluran pencernaan, dan berkembang biak dalam usus khususnya usus besar (kolon). Nah, jika jumlahnya berlebihan, bakteri ini dapat menimbulkan sakit perut serta diare atau mencret yang berdampak kerja tubuh terganggu karena tak bisa menyerap sari makanan. Bahkan, jika terlambat ditangani bisa menyebabkan kematian.

Penggolongannya biasanya dibagi menjadi diare sekretorik atau diare osmotik.
Diare sekretorik terjadi karena sekresi cairan ke dalam lumen/rongga usus terlalu banyak, sehingga tinja menjadi lembek dan encer.

Diare osmotik terjadi karena ada makanan padat atau dengan osmolaritas tinggi (susu terlalu kental), sehingga menarik cairan dari dinding usus keluar kedalam lumen/rongga usus.
Diare osmotik biasanya ditandai dengan berak nyemprot, buih, berbau asam.

Untuk mencret yang disebabkan oleh infeksi bakteri (E.coli, Cholera, Salmonela/shigella, dll) biasanya disertai dengan gejala spesifik.
Gejala tersebut :
1. Terjadinya demam (demam biasanya sebelum atau bersamaan dengan terjadinya diare. Demam yang terjadi setelah beberapa hari diare biasanya disebabkan oleh dehidrasi)
2. Adanya lendir : Adanya lendir dalam darah biasanya menandakan adanya kerusakan villi (jonjot usus) pada mukosa/dinding dalam usus.
3. Adanya darah : Adanya darah biasanya menandakan adanya perlukaan pada dinding usus sehingga menyebabkan terjadinya robekan pembuluh darah usus.
4. Adanya nyeri perut tajam : Nyeri perut melilit diakibatkan oleh terjadinya spasme usus karena adanya luka pada dinding usus. Biasanya bayi rewel terutama saat keluar berak.

Nah kalau ada gejala 1,2,3,4 dijumpai secara bersamaan biasanya disebut diare disenteri-form. Tetapi kalau hanya ada demam dan lendir saja biasanya choleri-form, diare choleri-form ini biasanya ditandai dengan terjadinya dehidrasi yang cukup berat.

Pada bayi yang mulai memasuki masa perkenalan makanan padat/susu formula (>6 bulan), biasanya akan terjadi sedikit penyesuaian dalam pencernaan, bisa terjadi berak encer/mencret atau susah berak/konstipasi. Tapi biasanya tidak lama, asalkan makanan/susu diberikan sesuai takaran penyajian. Waspadai bila bayi terus-menerus mencret setelah pemberian makanan padat/susu formula, mungkin bayi anda alergi pada laktosa pada susu atau alergi gluten pada makanan/bubur. Gunakan susu LLM dan bubur Goodmil hypoallergenic.

Namun kami menyarankan untuk tetap berkonsultasi secara rutin dengan dokter anak anda.

Terima kasih telah berkonsultasi dengan kami.