Kelainan Tulang Pada Bayi Baru Lahir

https://www.ibubayi.comPergeseran Epifisis

Pergeseran epifisis humerus atau femur terjadi melalui lapisan hipertrofi sel tulang rawan pada epifisis. Diagnosis dibuat secara klinis berdasarkan adanya pembengkakan pada daerah bahu, krepitasi, dan nyeri ketika bahu digerakkan.

Pergerakkan meyebabkan nyeri, dan lengan terletak lemah pada sisi tersebut. Karena epifisis humerus proksimal tidak mengalami osifikasi pada saat lahir, maka tidak akan terlihat pada pemeriksaan radiologic. Kalus terbentuk dalam 8-10 hari dan terlihat dengan pemeriksaan radiologic.

Penanganan meliputi imobilisasi lengan selama 8-10 hari. Fraktur epifisis distal cenderung akan menimbulkan deformitas residual yang signifikan jika dibandingkan dengan fraktur humerus proksimal.

Fraktur Tengkorak

Fraktur tengkorak dapat berupa fraktur linear atau depressed. Kelainana ini dapat ditemukan bila terjadi tekanan tulang tengkorak janin pada promontorium, atau simfisis ibu pada persalinan dengan disproporsi sefalopelvik, atau karena kesalahan teknik pada ekstraksi forceps. Bila tidak ditemukan komplikasi lain, penyembuhan sempurna dapat terjadi tanpa pengobatan khusus.

Fraktur dan Diskolasi Tulang Belakang

Kelainan ini jarang ditemukan dan biasanya terjadi jika diadakan traksi kuat untuk melahirkan kepala janin pada presentasi sungsang atau untuk melahirkan bahu pada presentasi kepala.

Fraktur atau diskolasi terjadi lebih sering dari pada tulang belakang servikal bagian bawah dan tulang belakang torokal bagian atas. Terjadinya perlukaan pada medulla spinalis dalam hal ini sudah dibahas pada postingan sebelumnya.

Perlukaan Intraabdominal

Trauma rongga abdomen secara relative jarang terjadi dan kadang-kadang dapat terabaikan sebagai penyebab kematian pada neonatus. Perdarahan merupakan komplikasi akut yang paling serius, dan hati merupakan organ yang paling sering terkena.