Kehamilan Ectopic

Kehamilan EctopicPada kehamilan ektopik, ovum yang telah dibuahi menempel pada tempat diluar uterus. Penempelannya dapat terjadi di Tuba Falopii (tempat tersering),ovarium, cervix bahkan pada abdomen. Gejalanya mirip dengan gejala keguguran. Biasanya segera setelah terlambat haid yang pertama, sang wanita merasa nyeri kram dan tampak adanya spotting (perdarahan). Kadang kala perdarahan dapat membahayakan kesehatan maupun nyawa wanita hamil tersebut Saat terjadi perdarahan berulang-ulang yang menyebabkan nyeri dan tekanan tapi bila perdarahannya cepat dapat menimbulkan shock atau hipotensi.

Jika terjadi nyeri pada perut bawah pada kehamilan sekitar 6-8 minggu dan ini disertai adanya pingsan, biasanya berarti terjadi rupture (robekan) tuba yang disertai perdarahan intra abdominal.
Dari pemeriksaan didapatkan adanya tanda-tanda perdarahan dan shock juga adanya iritasi peritonium di perut bawah. Terjadi pembesaran uterus (rahim) tapi lebih kecil daripada yang seharusnya pada usia kehamilan dan adanya nyeri gerak pada servix
Nyeri kencing dan buang air besar juga terjadi.
Kami tidak mengetahui penyebab kehamilan ektopik tetapi faktor resikonya adalah : merokok, kerusakan tuba karena kehamilan dan pertambahan usia ibu. Kadang kala laparoskopi dan laparatomi dibutuhkan.

Definisi Kehamilan Ektopik

Adalah : kehamilan dengan implantasi terjadi di luar rongga uterus.
> 90% terjadi di tuba fallopii.
Diagnosis didapatkan jika terdapat: nyeri perut bagian bawah pada kehamilan muda, lemah, pucat, nyeri goyang serviks, syok, cairan bebas intraabdomen, penonjolan kavum Douglas (kuldosentesis).

Faktor Resiko :
Faktor resiko faktor tuba Kehamilan ektopik , 5 – 10 kali lipat pada pasien dengan riwayat salfingitis Perlekatan lumen tuba Kelainan anatomi tuba akibat ekspose Diethyl Stilbesterol – DES intrauteri Riwayat operasi pada tuba falopii termasuk pasca tubektomi – pasca rekonstruksi tuba Pasca terapi konservatif pada kehamilan ektopik Kelainan zygote Faktor ovarium : Migrasi Eksterna Hormon eksogen Kehamilan yang terjadi pada pasien dengan kontrasepsi oral yang hanya mengandung progestin (Progestin-only pill) Disebabkan oleh efek relaksasi otot polos progesteron Faktor lain AKDR – alat kontrasepsi dalam rahim ( IUD ) Merokok Usia tua Riwayat abortus yang sering terjadi