Jenis Perdarahan Ibu dan Bayi Saat Persalinan

https://www.ibubayi.comPerdarahan Intrakarnial

Kelainan ini dapat disebabkan oleh 2 macam peristiwa, yaitu:

  1. Hipoksia
  2. Tekanan mekanik

Walaupun kedua peristiwa ini saling mempengaruhi, kadang-kadang lokalisasi perdarahan yang ditimbulkannya berbeda-beda. Atas dasar lokalisasi, perdarahan intrakarnial dapat dibagi dalam 3 golongan.

Perdarahan subdural

Kelainan terjadi akibat tekanan mekanik pada tengkorak yang dapat menimbulkan robekan falks serebri atau tentorium serebeli, sehingga terjadi perdarahan.

Hal ini misalnya ditemukan pada persalinan dengan disproporsi sefalopelvik dengan janin dipaksakan untuk lahir pervaginam. Dengan lebih banyaknya dilakukan bedah sesar dalam hal ini, frekuensi perdarahan subdural karena disproporsi sefalopelvik dapat dikurangi.

Fungsi subdural menunjukkan adanya sel-sel darah merah dan peninggian kadar protein. Pengeluaran cairan dari rongga subdural secara teratur kadang-kadang dapat menolong bayi, tetapi gejala-gejala lanjut masih sering ditemukan pada penderita.

Perdarahan subependimal dan perdarahan intraventrikular

Kejadian ini lebih sering disebabkan oleh hipoksia dan biasanya terdapat pada bayi-bayi premature.

Perdarahan subaraknoidal

Perdarahan ini juga ditemukan pada bayi-bayi premature dan mempunyai hubungan erat dengan anoksia atau hipoksia pada saat lahir.

Bayi dengan perdarahan intrakarnial menunjukkan gejala-gejala asfiksia yang sukar diatasi. Ia setengah sadar, merintih, pucat, sesak nafas, muntah,dan kadang-kadang kejang.

Ia dapat meninggal atau dapat hidup terus tanpa gejala-gejala lanjut atau menunjukkan gejala-gejala neurologic yang beraneka ragam, bergantung pada tempat dan luasnya kerusakan jaringan otak akibat perdarahan. Gambaran klinik gejala-gejala tersebut terkenal sebagai cerebral palsy.