Fungsi Hipervolemia Selama Kehamilan

https://www.ibubayi.comHipervolemia selama kehamilan mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Untuk menyesuaikan pembesaran uterus terhadap hipetrofi system vascular.
  2. Untuk melindungi ibu dan janin terhadap efek yang merusak dari arus balik vena dalam posisi terlentang dan berdiri.
  3. Untuk menjaga ibu dari efek kehilangan darah yang banyak pada saat persalinan.

Terjadi suatu”autotransfusi” dari system vaskularisasi dengan mengompensasi kehilangan darah 500-600 ml pada persalinan pervaginaan tunggal atau 1000 ml pada persalinan dengan resiko sesarea atau persalinan pervaginaan gemeli.

Volume darah ini akan kembali seperti sediakala pada 2-6 minggu setelah persalinan.

Selama kehamilan jumlah leukosit akan meningkat yakni berkisar antara 5000-12.000/µl dan mencapai puncaknya pada saat persalinan dan masa nifas berkisar 14000-16000/µl.

Penyebab peningkatan ini belum diketahui. Respon yang sama diketahui terjadi selama dan setelah melakukan latihan yang berat. Distribusi tipe sel juga akan mengalami perubahan.

Pada kehamilan, terutama trimester ke -3, terjadi peningkatan jumlah granulosit dan limfosit CD8 T dan secara bersamaan penurunan limfosit dan monosit CD4 T.

Pada awal kehamilan aktivitas leukosit alkalin fosfatase juga meningkat. Demikian juga konsentrasi dari penanda inflamasi seperti C-reactive protein (CRP). Suatu reaktan serum akut dan Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) juga akan meningkat karena peningkatan plasma globulin dan fibrinogen.

Kehamilan juga mempengaruhi keseimbangan koagulasi itravaskular dan fibrinolisis sehingga menginduksi suatu keadaan hiperkoagulasi.

Dengan pengecualian pada factor XI dan XIII, semua konsentrasi plasma  dari factor-faktor pembekuan darah dan fibrinogen akan meningkat. Produksi platelet juga meningkat, tetapi karena adanya dilusi dan kosumsinya, kadarnya akan menurun.

Selama kehamilan sirkumferensia torak akan bertambah ± 6 cm, tetapi tidak mencukupi penurunan kapasitas residu fungsional dan volume residu paru-paru karena pengaruh diafragma yang naik ± 4 cm selama kehamilan.

Frekuensi pernafasan hanya mengalami sedikit perubahan selama kehamilan, tetapi volume tidal, volume ventilasi permenit dan pengambilan oksigen permenit akan bertambah secara signifikan pada kehamilan lanjut.

Perubahan ini akan mencapai puncaknya pada minggu ke-37 dan akan kembali hampir seperti sedia kala dalam 24 minggu setelah persalinan.