Dilarangnya Susu Formula Menjadi Sponsor Acara Kesehatan

Dilarangnya Susu Formula Menjadi Sponsor Acara KesehatanPemerintah masih terus menggodok Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pemberian ASI. Selain memberikan denda kepada pihak yang menghalang-halangi pemberian ASI, pemerintah juga akan melarang produk susu formula menjadi sponsor acara-acara kesehatan di kementerian kesehatan (kemkes). Menurut Menkes, pembahasan saat ini masih dilakukan di tingkat kementerian. “Kita sudah menyiapkan RPP. Sekarang masih dalam tahap pembahasan di kementerian,” ungkapnya.

Selain di lingkungan kementerian, promosi susu formula juga tidak diperbolehkan di sejumlah tempat, misalnya, rumah sakit, tempat bersalin, klinik, dan lain-lain.Saat ini, gerakan pemberian ASI eksklusif pada bayi baru di kisaran 20 persen. Sementara, angka kematian bayi yang diakibatkan oleh konsumsi susu formula mencapai 17 persen.Dengan RPP tersebut maka pemberian ASI kepada bayi yang baru lahir hingga minimal berumur 6 bulan semakin dilegalkan secara hukum.

Pelaksanaan ketentuan tersebut sebenarnya sudah tercantum dalam UU Kesehatan No 36/2009, Pasal 128 ayat (1) yang isinya ‘Setiap bayi berhak mendapatkan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif sejak dilahirkan selama 6 bulan kecuali atas indikasi medis’. Sedangkan pada Pasal 128 ayat (2) berbunyi ‘Setiap orang yang dengan sengaja menghalangi program pemberian air susu ibu eksklusif dipidana penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta’.