Ciri Deselerasi Lambat dan Kardiotokografi Pada Jantung Janin

https://www.ibubayi.comCiri-ciri deselerasi lambat adalah sebagai berikut:

a. Timbulnya sekitar 20 – 30 detik setelah kontraksi uterus dimulai.

b. Berakhirnya sekitar 20 -30 detik setelah kontraksi uterus menghilang.

c. Lamanya kurang dari 90 detik (rata-rata 40 – 60 detik).

d. Timbul berulang pada ssetiap kontraksi dan beratnya sesuai dengan intensitas kontraksi uterus.

e. Frekuensi dasar denyut jantung janin biasanya normal atau takhikardi ringan, akan tetapi pada keadaan hipoksia yang berat bisa bradikardi.

Adapun deselerasi lambat dapat terjadi pada beberapa keadaan yang pada dasarnya semua bersifat patologis. Penurunan aliran darah pada sirkulasi ibu akan menyebabkan janin mengalami hipoksia.

Apabila janin masih mempunyai cadangan O2 yang mencukupi dan masih mampu mengadakan kompensasi keadaan tersebut, maka tidak tampak adanya gangguan pada gambaran kardiotokografi selama tidak ada stres yang lain.

Bila terjadi kontraksi uterus, maka aliran darah ke plasenta akan semakin berkurang dan akan memperberat keadaan hipoksia janin. Keadaan terakhir ini akan menyebabkan rangsangan pada kemoreseptor dan n. Vagus dan terjadilah deselerasi lambat tersebut.

Jarak waktu antara timbulnya kontraksi dan terjadinya deselerasi sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk rangsangan kemoreseptor dan n. Vagus.

Pada fase awal, di mana tingkat hipoksia belum sampai menyebabkan hipoksia otak dan tumbuh masih mampu mengadakan kompensasi untuk mempertahankan sirkulasi otak, variabilitas denyut jantung janin biasanya masih normal akan tetapi, bila keadaan hipoksia makin berat atau berlangsung lebih lama maka jaringan otak akan mengalami hipoksia dan otot jantung pun mengalami depresi oleh karena hipoksia.

Sebagai akibatnya adalah variabilitas denyut jantung janin akan menurun dan akhirnya menghilang sebelum janin akhirnya mati dalam rahim.

Penanganan apabila ditemukan suatu deselerasi lambat adalah memberikan infus, ibu tidur miring, berikan oksigen, menghentikan kontraksi uterus dengan obat-obat tokolitik, dan segera direncanakan terminasi kehamilan dengan seksio sesarea.

Hasil rekaman kardiotokografi yang normal pada umumnya memberikan gambaran sebagai berikut:

  • Frekuensi dasar denyut jantung janin sekitar 120 – 160 dpm.
  • Variabilitas denyut jantung janin antara 6 – 25 pdm.
  • Terdapat akselerasi
  • Tidak terdapat deselerasi atau kalaupun ada hanya suatu deselerasi dini.

Dalam praktik sehari-hari sering dijumpai gambaran kardiotokografi yang menyimpang dari normal. Namun, saat lahir bayi dalam kondisi baik, sebaliknya juga ditemukan keadaan di mana hasil kardiotokografi normal, tetapi ternyata bayi lahir dalam kondisi asfiksia.

Hal ini menunjukkan bahwa kesalahan dalam memberikan kesimpulan pada hasil kardiotokografi mempunyai nilai ketepatan yang cukup memadai untuk dapat menyimpulkan hasil pemeriksaan kardiotokografi, sehingga pemeriksaan kardiotokografi mempunyai nilai ketepatan yang cukup memadai dalam menentukan diagnosis.