Ciri Ciri Gerakan Janin Melintang

IBUBAYI.COM – Normalnya setiap persalinan yang dialami oleh calon ibu yaitu dimana kepala sang bayi sudah dibawah. Namun dalam beberpaa kondisi posisi bayi bisa saja tidak normal dan merupakan keadaan untuk sulit melahirkan seperti janin melintang atau sungsang.

ciri-ciri-gerakan-janin-melintangPada kesempatan ini ibu bayi memberikan sedikit bagaimana ciri seorang bayi yang mengalami gerakan melintang. Secara garis besarnya, ada tiga penyebab posisi bayi melintang atau sungsang, yaitu faktor dari calon ibu, faktor ari-ari atau plasenta, dan faktor si janin itu sendiri.

Faktor pertama sehingga terjadinya kehamilan melintang atau sungsang yaitu karena faktor calon ibu itu sendiri sebabnya karena sang ibu memiliki bentuk rahim yang tidak normal, air ketuban yang terlalu banyak, pinggul terlalu sempit, dan adanya tumor atau miom.

Faktor kedua dari penyebab bayi melintang atau sungsang, yaitu karena faktor ari-ari pada umumnya terkait plasenta previa (letak plasenta di bawah menutup jalan lahir). Plasenta previa dapat mengurangi luas ruang rahim sehingga bayi berputar-putar, berusaha mencari tempat yang lebih luas yaitu di bagian atas atau samping.

Sedangkan untuk faktor ketiga penyebab terjadinya bayi melintang atau sungsang yaitu karena janin memiliki ukuran yang lebih kecil ketimbang rahim ibunya sehingga calin bayi bebas untuk berputar-putar, baik ke atas maupun ke bawah sehingga bisa terjadi malpresentasi. Malpresentasi juga bisa terjadi jika ukuran bayi sudah terlalu besar untuk berputar di dalam rahim sedangkan posisi kepala masih di atas atau di samping.

Pada saat kepala akan melewati panggul menuju posisi normal, akhirnya “terpental” kembali karena ruangan panggul mama terlalu sempit sehingga kepala bayi sulit berputar ke arah bawah. Pada kasus janin kembar, kemungkinan malpresentasi menjadi lebih besar sebab janin yang kepalanya berputar ke arah bawah lebih dulu akan membuat rongga panggul mama susah dilalui janin kembarannya. Maka, pada bayi kembar, posisi salah satu janinnya dapat di luar normal.

Penyebab lain posisi janin atau bayi melintang adalah relaksasi/peregangan dinding perut akibat proses persalinan sebelumnya yang belum sempurna atau mama pernah melahirkan empat kali atau lebih sebelumnya.

Ciri-Ciri Hamil melintang yang Dapat Kita Amati Sendiri

Meraba Perut

Bidan yang telah memiliki pengalaman atau dokter kandungan bakal mengecek kandungan lewat cara meraba perut Bunda untuk tahu posisi bayi yang berada di dalam kandungan.

Bila kandungan calon ibu normal, posisi kepala bayi ada dibawah. Demikian sebaliknya, bila posisi kepala bayi dalam rahim ada diatas, ini berarti ada kelainan atau posisi yang salah pada kandungan Anda. Posisi yang dialami dalam kandungan yang seperti itu sering dinamakan hamil sungsang. Sedangkan untuk kepala bayi berada disamping perut ibu artinya janin sementara posisinya melintang.

Posisi Detak Jantung Bayi

Pada ibu yang mengalami hamil melintang, detak jantung bayi bakal terasa di sedikit dibagian atas perut. Ini karena posisi tubuh bayi yang dalam keadaan hamil melintang berada pada rahim sisi bawah.

Usia Kehamilan

Disamping itu, salah satu sumber, menjelaskan bahwa tanda-tanda hamil melintang atau sungsang lebih tampak waktu umur kehamilan sudah masuk minggu ke-36 atau lebih. Ini karena pada minggu-minggu akhir kehamilan ini gerakan bayi telah menjadi lebih kuat.

Posisi Tendangan

Bila Anda sering merasa bayi yang mendedang-nendang pada bagian samping atau bagian bawah perut, maka tidak salah lagi bayi sementara berposisi melintang atau sungsang serta kepalanya disamping atau berada diatas .

Itulah beberapa ciri-ciri hamil melintang dan sungsang yang dapat kita amati sendiri. Supaya posisi janin dalam kandungan berada pada posisi yang sebagaimana mestinya, kita harus rajin melakukan gerakan atau senam hamil serta melakukan gaya hidup yang sehat.

Cara Persalinan Lintang

Anak normal yang cukup bulan tidak mungkin lahir secara spontan dalam letak lintang. Janin hanya dapat lahir spontan, bila kecil (prematur), sudah mati dan menjadi lembek atau bila panggul luas.

Beberapa cara janin lahir spontan

a. Evolutio spontanea

(1) Menurut DENMAN
Setelah bahu lahir kemudian diikuti bokong, perut, dada, dan akhirnya kepala.
(2). Menurut DOUGLASBahu diikuti oleh dada, perut, bokong dan akhirnya kepala.

b. Conduplicatio corpore

Kepala dan perut berlipat bersama – sama lahir memasuki panggul. Kadang – kadang oleh karena his, letak lintang berubah spontan mengambil bangun semula dari uterus menjadi letak membujur, kepala atau bokong, namun hal ini jarang terjadi. Kalau letak lintang dibiarkan, maka bahu akan masuk ke dalam panggul, turun makin lama makin dalam sampai rongga panggul terisi sepenuhnya oleh badan janin. Bagian korpus uteri mengecil sedang SBR meregang. Hal ini disebut Letak Lintang Kasep = Neglected Transverse Lie.

Adanya letak lintang kasep dapat diketahui bila ada ruptura uteri mengancam; bila tangan dimasukkan ke dalam kavum uteri terjepit antara janin dan panggul serta dengan narkosa yang dalam tetap sulit merubah letak janin.

Bila tidak cepat diberikan pertolongan, akan terjadi ruptura uteri dan janin sebagian atau seluruhnya masuk ke dalam rongga perut.

Pada letak lintang biasanya :

  • Ketuban cepat pecah
  • Pembukaan lambat jalannya
  • Partus jadi lebih lama
  • Tangan menumbung (20-50%)
  • Tali pusat menumbung (10%)