Cara Mengatasi Anak Membenturkan kepalanya

Umumnya kebiasaan membenturkan kepala ini akan muncul pada usia 6 bulan dan akan berhenti bertahap di usia 3 tahun. Hal ini dilakukan bukan tanpa tujuan.

Membenturkan kepala bisa dikatakan sebagai sebuah bentuk eksplorasi bayi terhadap kemampuan fisiknya. Selain itu kebiasaan ini dilakukannya untuk menyampaikan pesan seperti: ia ingin mendapat perhatian orangtua, merasa cemas, mengantuk, atau mungkin juga ia ingin melihat seberapa sabar Bunda dan suami dalam memenuhi permintaannya.

Bunda Harus mencari solusinya.
– Bila Bunda melihat si kecil membenturkan kepalanya ini dilakukan untuk mencari perhatian sebaiknya abaikan saja. Karena kalau tidak intensitasnya akan meningkat dan bisa menggunakan head banging ini sebagai ‘senjata’.

– Meski hal ini normal namun Bunda perlu mengawasinya supaya tidak menimbulkan efek samping. Jauhkan benda-benda berbahaya di sekitarnya, kalau perlu sediakan benda yang aman saat si kecil membenturkan kepala untuk meredam emosinya.

– Timbulkan kedekatan  pada si kecil karena dengan begitu dia tak perlu mencari perhatian dengan melakukan head banging. Untuk mengalihkan eksplorasi gerakan tubuhnya Bunda bisa mengajaknya bernyanyi sambil bertepuk tangan atau kegiatan fisik ringan lainnya.

– Jika Bunda sudah melakukan segala upaya dan si kecil masih hobi dengan kebiasaannya itu konsultasikan pada dokter atau psikolog anak untuk mencari solusinya.

Tips Mengatasinya
Jangan sekali-sekali memarahinya terlebih lagi menggunakan suara keras dan kasar. Bersikaplah lembut dan memberikan kesan melindungi sehingga anak merasa nyaman dengan Bunda.