Cara Mendiagnosis Kehamilan Postterm

https://www.ibubayi.comDiagnosis

Tidak jarang seorang Dokter mengalami kesulitan dalam menentukan diagnosis kehamilan postterm karena diagnosis ini ditegakkan berdasarkan umur kehamilan, bukan terhadap kondisi kehamilan.

Beberapa kasus yang dinyatakan sebagai  kehamilan postterm merupakan kesalahan dalam menentukan umur kehamilan. Kasus kehamilan postterm yang tidak dapat ditegakkan secara pasti diperkirakan sebesar 22%.

Dalam menentukan diagnosis kehamilan postterm di samping dari riwayat haid, sebaiknya dilihat pula hasil pemeriksaan antenatal.

Riwayat haid

Diagnosis kehamilan postterm tidak sulit untuk ditegakkan bila mana hari pertama haid terakhir (HPHT) diketahui dengan pasti. Untuk riwayat haid yang dapat dipercaya, diperlukan beberapa criteria antara lain:

1. Penderita harus yakin betul dengan HPHT-nya

2. Siklus 28 hari dan teratur

3. Tidak minum pil anti hamil setidaknya 3 bulan terakhir

Selanjutnya diagnosis ditentukan dengan menghitung menurut rumus Naegele. Berdasarkan riwayat haid , seorang penderita yang ditetapkan sebagai kehamilan postterm kemungkinan adalah sebagai berikut.

1. Terjadi kesalahan dalam menentukan tanggal haid terakhir atau akibat menstruasi abnormal

2. Tanggal haid terakhir diketahui jelas, tetapi terjadi kelambatan ovulasi

3. Tidak ada kesalahan menentukan haid terakhir dan kehamilan memang berlangsung lewat bulan (keadaan ini sekitar 20-30% dari seluruh penderita yang diduga kehamilan postterm.