Cara Berjalan Anak Balita Sangat Beragam

Cara Berjalan Anak Balita Sangat BeragamOrangtua sebaiknya memperhatikan cara anak berjalan. Jika orangtua melihat cara berjalannya lucu dan tidak seperti balita lainnya, maka tak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi tulang kakinya. Cara berjalan anak balita sangat beragam, ada yang berjalan dengan kedua kaki mengangkang, memutar telapak kakinya ke dalam (seperti huruf O), memutar telapak kakinya keluar (seperti huruf X) dan berjalan jinjit. Sebagian besar cacat kaki pada anak terabaikan kecuali sudah sangat berat sehingga anak mulai mengeluh.

Ada beberapa jadwal perkembangan yang normal untuk telapak kaki dan kaki balita, yaitu:

– Bayi memiliki kaki bengkok sejak lahir hingga anak belajar berjalan.
– Telapak kaki di putar ke dalam (seperti huruf O) hingga usia 2 tahun, jika tidak ada kelainan maka kaki akan kembali normal.
– Telapak kaki di putar ke luar (seperti huruf X) mulai usia 3 tahun hingga maksimal anak berusia 7 tahun. Jika tidak ada kelainan, maka anak akan kembali berjalan normal.

Anak yang obesitas cenderung memiliki bentuk kaki O, ini dikarenakan kaki harus menopang berat badannya yang berlebih. Kaki anak bisa kembali normal jika anak melakukan diet sejak usia balita. Jika sampai usia tersebut bayi tidak juga berjalan normal, maka orangtua bisa melakukan pemeriksaan sendiri terlebih dahulu. Caranya dengan menidurkan bayi dan posisi kakinya diluruskan lalu amati apakah kakinya simetris atau tidak, adakah bentuk tulang yang agak bengkok, perhatikan panjang dari kaki anak dan apakah anak suka tersandung jika sedang berlari.

Perawatan yang diberikan adalah berupa terapi. Pada sejumlah perawatan, anak akan diberi penahan agar telapak kaki tidak memutar ke dalam atau luar yang diletakkan pada sepatu khusus. usahakan anak duduk dengan posisi kaki bersila atau diluruskan ke depan serta biasakan anak duduk dan tidur dalam posisi yang benar untuk mengurangi risiko bentuk kaki yang cacat.