Berpuasa Saat Hamil atau Menyusui

Berpuasa Saat Hamil atau MenyusuiAda ibu yang merasa yakin dirinya pasti kuat menjalani puasa walaupun sedang dalam keadaan hamil atau menyusui, namun di sisi lain, ibu satunya justru khawatir dengan kondisi sang janin. Tentunya kedua kasus di atas tak ada yang salah, sebab hal itu hanya tergantung dari keyakinan dan kondisi fisik masing-masing ibu yang pastinya berbeda. Dalam hukum Islam sendiri, sebenarnya tersedia kelonggaran bagi ibu hamil atau yang menyusui untuk ‘libur’ puasa bila memang kondisinya tak memungkinkan. Hal ini dikhususkan bagi mereka yang harus mengonsumsi obat tertentu selama kehamilan, menderita sakit akut seperti diabetes, hipertensi, gangguan pencernaan, atau yang kondisi kehamilannya masih dalam tahap bulan-bulan krisis (kurang dari 5 bulan).

Untuk ibu yang bayinya sedang berada dalam tahap ASI eksklusif, yakni bayi masih berusia kurang dari 6 bulan, maka ibu memang disarankan untuk tidak berpuasa, sebab pada usia ini bayi tidak mendapat asupan makanan lain dan hanya mengandalkan ASI ibu saja. Meski demikian, ada baiknya ibu yang ingin berpuasa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter kandungan. Dokter tahu kondisi ibu dan bayi secara keseluruhan, sehingga bisa memberikan pertimbangan tentang siap-tidaknya kondisi ibu untuk menjalani puasa selama masa kehamilan/ menyusui.

Berikut ini kami bagikan sedikit saran agar kondisi hamil dan kegiatan menyusui tak terganggu selama puasa.

Tetap ikuti pola makan 3 kali sehari.

Yakni saat buka, menjelang tidur (atau setelah tarawih), dan sahur.

Pentingnya keseimbangan dalam menu sahur.
Konsumsilah makanan yang terdiri dari karbohidrat, protein tinggi, lemak, serat tinggi, dan buah segar.

Untuk menu berbuka, makanlah penganan yang manis.
Namun hindari konsumsi berlebihan. Selain itu, sebaiknya makanan yang dikonsumsi berada dalam kondisi hangat sebab perut kosong dan hamil biasanya sensitif akan makanan dingin. Minuman hangat juga bisa merangsang kelancaran produksi ASI.

Olahraga tetap perlu.

Meski berpuasa, hal ini tak berarti ibu hamil/ menyusui hanya boleh duduk diam dan bermalas-malasan saja. Ibu tetap perlu bergerak dan beraktivitas, misalnya jalan kaki ringan untuk sekedar melemaskan otot kaki dan punggung, serta melancarkan sirkulasi darah.