Beberapa Penyakit Infeksi yang Bisa Menular ke Bayi

Ibu hamil harus selalu dalam kondisi yang sehat agar tubuhnya kuat melawan kuman. Setidaknya ada beberapa infeksi serius yang sering menyerang ibu hamil yang kondisinya tidak fit. Beberapa penyakit infeksi ini bisa menular ke bayinya melalui plasenta atau saat persalinan. Jika hal ini terjadi, kemungkinan ada komplikasi pada bayi atau mengakibatkan persalinan prematur.

Ada beberapa infeksi yang bisa mempengaruhi kehamilan, yaitu:

Cacar air
Tidak banyak perempuan hamil yang terinfeksi cacar air hanya 1-7 dari 10.000 kehamilan. Risiko tertinggi terkena sindrom varicella kongenital (CVS) jika terinfeksi pada usia kehamilan 13-20 minggu.

Klamidia
Infeksi bakteri ini memang bisa disembuhkan yang ditularkan melalui alat kelamin, oral atau anal seks. Perempuan hamil yang kena infeksi klamidia selama hamil berisiko terjadi infeksi kantung dan cairan ketuban, kelahiran prematur serta pecah ketuban dini.

Bakteri vaginosis
Bakteri vaginosis atau BV adalah infeksi vagina yang paling umum terjadi pada perempuan usia subur yang disebabkan ketidakseimbangan bakteri di vagina. Kena infeksi ini saat hamil berisiko terjadi kelahiran prematur.

Toksoplasmosis
Infeksi ini dari parasit mikroskopis Toxoplasma gondii. Meski penyakit ini tak menimbulkan gejala, tapi memiliki risiko selama kehamilan karena bisa menginfeksi plasenta dan janin. Risiko terinfeksi paling besar di trimester ketiga.

Fifth disease
Penyakit ini disebabkan oleh parvovirus yang berada dalam darah dan diinfeksi melalui plasenta. Infeksi ini bisa menyebabkan keguguran atau membuat bayi ikut terinfeksi.

Cytomegalovirus
Virus ini adalah anggota dari virus herpes. Beberapa bayi terkadang tidak menunjukkan gejala saat lahir, tapi bayi yang mengalami congenital cytomegalovirus pada awalnya akan mengembangkan gangguan pendengaran dan komplikasi infeksi di bulan atau tahun berikutnya.

Flu

Beberapa virus flu bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia dan persalinan prematur yang membuat bayi berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Kencing nanah
Jika memiliki infeksi ini berisiko tinggi mengalami keguguran, infeksi kantung dan cairan ketuban, kelairan prematur, ketuban pecah lebih dini, preterm premature rupture of membranes (PPROM) serta risiko infeksi rahim.