Bayi Kuning Akibat Disusui

Bayi Kuning Akibat DisusuiKejadian bayi kuning akibat disusui (breastmilk jaundice) sangat jarang terjadi. Tapi tak perlu khawatir, masalah bayi kuning akibat menyusui hanya berlangsung 1-2 hari. Setelah proses ASI dihentikan 1-2 hari bayi kuning akibat ASI akan sembuh sehingga ASI bisa dilanjutkan lagi. Selama ini orang hanya tahu penyebab bayi kuning akibat adanya perbedaan rhesus ibu dengan ayahnya. Tapi ternyata penyakit kuning pun bisa diakibatkan karena menyusui walaupun jumlahnya sangat sedikit.

Jenis penyakit kuning ini biasanya muncul pada kehidupan minggu kedua bayi atau setelah 7 hari dan akan mencapai puncaknya sekitar hari ke-10 dari kelahiran bayi. Angka kejadian untuk bayi kuning karena ASI ini sangat kecil yaitu sekitar 1-2 persen dari kelahiran bayi. Hingga kini belum diketahui apa penyebab dari penyakit kuning akibat disusui.

Untuk memastikan apakah bayi mengalami sakit kuning akibat ASI atau bukan, maka ibu diminta untuk menghentikan penyusuan selama 12-24 jam. Jika kadar bilirubin bayi menurun hingga 20 persen secara cepat, maka hasil diagnosis dokter tersebut benar. Namun para ibu tetap bisa menyusui bayinya jika kadar bilirubinnya tidak terlau tinggi. Jika dokter meminta ibu untuk tidak menyusui selama beberapa hari, maka sebaiknya ibu memompa ASI setiap 3 jam sekali hingga diperbolehkan kembali untuk menyusui bayinya.

Pada bayi yang mengalami penyakit kuning akibat disusui biasanya akan dihentikan pemberian ASI-nya selama 1-2 hari dan diganti sementara dengan susu formula. Namun setelah kadar bilirubinnya normal kembali, maka ibu bisa menyusui bayinya lagi dan melanjutkan pemberian ASI. ASI sampai saat ini masih menjadi satu-satunya pilihan makanan untuk bayi yang baru lahir, kecuali pada kondisi-kondisi tertentu yang mengharuskan bayi menghentikan konsumsi ASI. Karena beberapa zat di dalam ASI dapat membantu meningkatkan berat badan serta berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh bayi.