Bahaya Penularan HIV Saat Hamil Lebih Tinggi

Hal ini terungkap dalam penelitian yang dilakukan oleh University of Nairobi, terhadap lebih dari 3.300 pasangan yang didiagnosis positif HIV. Jumlah pasien yang terinfeksi tersebut meliputi 1.085 pria dan 2.236 wanita. Perempuan-perempuan di Afrika yang sedang hamil, berisiko lebih tinggi tertular HIV jika selama hamil masih melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Perempuan hamil ini memiliki risiko penularan HIV hingga 2 kali lipat.

Penelitian itu dilakukan di Bostwana, Kenya, Uganda, Rwanda, Zamibia, Tanzania dan Afrika Selatan. Dalam pengamatan selama 2 tahun, kehamilan terjadi pada 823 pasangan. Peningkatan risiko terjadi baik pada penularan dari pria ke wanita, maupun sebaliknya. Namun menurut penelitian tersebut, pengaruh pada penularan dari wanita ke pria lebih kuat dan nyata.

Diduga hal ini terkait dengan perubahan fisiologis dan imunologis pada wanita selama kehamilan, yang secara pasti belum terungkap dalam penelitian ini. Yang jelas, peningkatan risiko HIV tersebut tidak dipengaruhi oleh status sunat atau tidaknya si pria, maupun penggunaan alat pengaman saat berhubungan seksual. Sementara pada wanita peningkatan risiko lebih disebabkan oleh faktor-faktor terkait kehamilan itu sendiri. Di antaranya meliputi perubahan pada perilaku seksual selama kehamilan.