Bahaya Menunda Kehamilan

Banyak pasangan muda yang menunda kehamilan usai pernikahan.

Beberapa tahun terakhir memang cukup banyak pasangan muda yang menunda kehamilan usai pernikahan, baik karena pekerjaan, ingin melanjutkan sekolah atau merasa belum siap memiliki anak.

Perlu diketahui, sel telur yang dimiliki perempuan tidak akan bertambah sejak dilahirkan. Setiap bulan sebagian sel telur akan matang dan sebagian lain akan menjadi atresia.

Dengan bertambahnya usia, sel telur yang kita punya makin sedikit. Dengan bertambahnya usia, fertilitas kita makin berkurang. Pada usia 20-24 tahun, fertilitas perempuan mencapai 100 %.

Pada usia 35-39 tahun, fertilitas tinggal 60 %, bahkan hanya 25 % pada usia 40-44 tahun. Bertambah “tua”nya  sel telur, juga memungkinkan terjadinya kehamilan dengan kelainan kongenital pada bayi.

Dari penelitian didapatkan bahwa kemungkinan terjadinya cacat bawaan pada bayi yang dikandung ibu berusia di atas 35 tahun 3 kali lipat lebih sering dijumpai dibandingkan pada ibu yang berusia lebih muda.

Menunda kehamilan hingga usia 28 tahun masih boleh. Diskusikan dengan suami mengenai jumlah anak yang diinginkan, sehingga sebelum usia 35 tahun, proses kehamilan dan melahirkan sudah selesai. Ingat juga bahwa jarak antar anak sebaiknya 2 tahun.

Sebelum menunda kehamilan, sebaiknya Anda dan pasangan memeriksakan diri untk memastikan organ dan fungsi reproduksi dalam keadaan baik. Yang juga penting, optimalkan kondisi sebelum kehamilan. Salah satunya dengan mengkonsumsi asam folat yang cukup.