Bagaimana Obat Bisa Mempengaruhi Janin

https://www.ibubayi.comKompartemen Plasenta

Plasenta merupakan unit yang berfungsi menyalurkan nutrient dari ibu ke janin. Bila  dalam plasma darah ibu terdapat pula obat, maka obat ini akan melalui mekanisme transfer plasenta (sawar plasenta) membran bioaktif sitoplasmik lipoprotein  sel trofoblas, endotel kapilar  vili korialis, dan jaringan pengikat intersisial vili. Bila didalam plasma darah ibu mengandung obat, maka obat ini akan melalui sawar plasenta dengan cara berikut.

  • Secara difusi pasif/aktif
  • Secara transportasi aktif dan fasilitatif fagositosis, semi permiabel membrane sel trofoblas, dan mekanisme gradient elektro kimiawi.

Dengan kemampuan tersebut secara semi selektif obat dapat melewati sawar plasenta. Maka, obat dapat mengalami:

  • Kadar yang sama antara sebelum dan setelah melewati sawar plasenta
  • Kadar obat lebih sedikit setelah melewati sawar plasenta.

Metabolisme detoksikasi dan sawar plasenta

Jenis obat, sifat obat, serta berat molekul dapat berbeda cara melewati sawar plasenta. Obat-obat yang melewati sawar plasenta mempunyai cara transportasi khusus berikut ini.

  • Obat yang bersifat lipofilik larut dalam lemak akan mudah menembus membrane sel.
  • Obat yang terionisasi akan mengalami hambatan dalam menembus sawar.
  • Obat yang bersifat basa lemah (pH tinggi) lebih mudah menembus sawar.
  • Plasenta dapat mengadakan detoksikasi obat dengan memetabolisme secara enzimatik, dehidrogenase, oksidasi, reduksi, hidrolisis, metilasi, atau asetilisasi. Akan tetapi, kemampuan tersebut tidaklah maksimal sehingga masih banyak obat yang lolos untuk masuk kesirkulasi janin.
  • Berat molekul obat yang besar sulit melewati sawar plasenta, hanya sebagian yang bisa lewat.