Anemia Pada Anak

Anemia Pada AnakAnemia adalah salah satu kondisi yang bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Namun jika kondisi ini menimpa anak-anak, maka kemungkinan besar si kecil bisa memiliki nilai IQ (intelligence quotient) yang lebih rendah dibandingkan anak sehat.

Bayi yang baru lahir umumnya memiliki kandungan zat besi di dalam tubuhnya sebesar 250 mg (80 ppm) yang berasal dari ibunya selama masa kehamilan. Namun hal ini akan menurun selama 6 bulan pertama kehidupan, sehingga membutuhkan asupan zat besi dari makanan lain selain ASI.

Bayi yang mengonsumsi susu sapi memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kekurangan zat besi yang memicu anemia, hal ini karena susu sapi memiliki konsentrasi kalsium yang tinggi sehingga mengakibatkan persaingan dalam penyerapan zat besi.

Anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan setidaknya harus mendapatkan asupan zat besi sekitar 0,5 mg lebih tinggi dari jumlah zat besi yang hiang setiap harinya, kondisi ini berguna untuk menjaga agar konsentrasi zat besi di dalam tubuh tetap normal.

Zat besi ini diperlukan oleh tubuh untuk membuat hemoglobin, yaitu protein di dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika seseorang kekurangan zat besi, maka produksi hemoglobin akan menurun dan memicu terjadinya anemia. Anemia yang terjadi ini akan membuat asupan oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu.

Jika pasokan oksigen terganggu akan menyebabkan keterlambatan perkembangan, masalah neurologis dan gangguan perilaku seperti aktivitas fisik motorik, interaksi sosial dan gangguan konsentrasi atau fokus pada tugas-tugasnya.

Kondisi ini bisa membuat anak yang mengalami anemia akibat kekurangan zat besi memiliki nilai IQ yang lebih rendah (10-15 poin) serta kemampuan belajar yang menurun dibandingkan dengan anak yang sehat atau normal. IQ yang normal untuk nilai rata-rata adalah sekitar 91-110.

Beberapa hal bisa dilakukan oleh orangtua untuk mencegah agar anaknya tidak mengalami anemia, yaitu:

– Memberikan ASI eksklusif tanpa cairan tambahan, susu formula atau makanan lain sampai usia 6 bulan.
– Bila terdapat gangguan pada kelenjar di payudara sehingga ASI tidak bisa dihasilkan, gunakanlan susu formula yang diperkaya (fortifikasi) dengan zat besi.
– Usahakan untuk menghindari penggunaan susu sapi, kambing atau susu kedelai sebelum berusia 12 bulan.
– Memberikan makanan yang mengandung vitamin C, karena vitamin ini membantu tubuh dalam hal penyerapan zat besi.
– Memberikan makanan yang kaya akan zat besi seperti daging merah, sayuran berdaun hijau, tanaman kacang-kacangan serta buah.