Anak Yang Tubuhnya Pendek

Anak Yang Tubuhnya PendekTinggi badan yang normal tidak bisa disamaratakan untuk seluruh anak-anak. Anak yang tubuhnya lebih pendek belum tentu memiliki masalah kesehatan.

Jika orangtua terlalu khawatir mengenai pertumbuhan tinggi badan anaknya yang secara signifikan berbeda dengan teman-temannya, maka tak ada salahnya untuk mencari tahu penyebab terhambatnya pertumbuhan si kecil. Ada beberapa masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan perawakan.

Masalah kesehatan itu seperti tiroid, kekurangan hormon pertumbuhan, penyakit kronis seperti sindrom Turner disebabkan oleh kromosom yang hilang pada anak perempuan atau penyakit yang disebabkan karena memiliki hormon kortisol yang terlalu banyak.

Perawakan yang lebih pendek juga paling sering disebabkan oleh masalah genetik. Sebaiknya dicari tahu riwayat keseluruhan dari keluarga seperti orangtua, saudara kandung, kakek-nenek, paman atau bibi. Apabila salah satunya ada yang memiliki perawakan pendek ada kemungkinan hal tersebut diwariskan ke si kecil.

Jika ditemukan sesuatu yang mengkhawatirkan, maka dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan X-ray atau tes darah di laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya masalah pada kelenjar hormonnya atau kromosomnya. Jika ditemukan adanya masalah hormon, maka dokter akan mengukur kemampuan dari kelenjar pituitari yang berfungsi mengeluarkan hormon pertumbuhan manusia. Jika anak memiliki masalah pada hormon pertumbuhan, maka dokter ada kemungkinan untuk memberikan hormon pertumbuhan sintetis agar merangsang produksi dari hGH. Tapi sebelum diberikan perawatan, sebaiknya dokter sudah mengetahui dengan pasti apa penyebab tubuh si kecil lebih pendek dari teman-temannya.