Agar Ibu Sukses Memberi ASI Eksklusif

Agar Ibu Sukses Memberi ASI EksklusifKeberhasilan memberikan air susu ibu (ASI) tidak semata-mata berada di tangan ibu. Dukungan orang-orang di sekitar juga penting, mulai dari suami, orang tua, teman, tenaga kesehatan, hingga komunitas. Selain faktor medis, ada banyak faktor nonmedis yang membuat seorang ibu tidak bisa memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Ketahui faktor-faktor tersebut. Jangan sampai faktor-faktor itu menghambat pemberian ASI eksklusif.

Tak ada dukungan suami.
Suami memegang peranan besar terhadap keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kasus yang sering muncul justru suami menawarkan pemakaian susu formula saat melihat istrinya kesakitan menyusui.

Tidak ada dukungan klinis usai persalinan.
Inisiasi menyusui dini (IMD) penting meningkatkan produksi dan kualitas ASI. Hanya, tidak semua rumah sakit menerapkannya sebagai standarisasi.

Keluarga tidak mendukung.

Banyak wanita yang mengeluhkan kalau ibunya sendiri atau mertuanya tidak mendukung dalam pemberian ASI. Ini biasanya lebih karena pengetahuan mereka yang kurang atau masih berpikiran tradisional.

Teman tidak mengerti.
Saat menjadi ibu, kehidupan sosial Anda berubah. Beberapa makanan atau minuman ada yang tidak bisa Anda konsumsi. Saat tidak bersama buah hati Anda juga harus memerah ASI dan menampungnya. Untuk itu dukungan dari teman memang sangat dibutuhkan. Dia harus mengerti ‘kegiatan’ baru Anda.

Kantor ‘tidak ramah’.
Beberapa gedung atau perusahaan ada yang menyediakan ruang laktasi untuk para karyawatinya, lengkap dengan pompa dan kulkas untuk menyimpan air susu ibu perahan (ASIP). Ini penting karena memerah ASI di toilet sebenarnya sangat berisiko, karena susu bisa dengan mudah terkontaminasi bakteri.