Kebutuhan DHA Untuk Bayi


Belum lama beredar artikel mengenai bahaya kelebihan Docosahexanoic Acid (DHA). Meski sejauh ini baru terlihat dialami masyarakat Eskimo dengan gejala berupa perdarahan, mirip vlek berwarna kebiruan di kulit, tak urung banyak juga orangtua yang mempertanyakan kebenaran kabar tersebut. Seperti diketahui, masyarakat Eskimo adalah pengonsumsi ikan laut dalam jumlah banyak dan ikan laut secara alami potensial mengandung asam lemak tersebut.

Sumber asam linoleat antara lain minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak kapas, minyak kacang, minyakwijen, dan lain- ain. Sedangkan, sumber asam linoleat dan linolenat antara lain kacang merah, kacang kedelai, minyak kedelai. Orangtua sebenarnya tidak perlu kelewat cemas. Kasus kelebihan DHA seperti yang dialami orang Eskimo merupakan contoh ekstrem. Mereka mengonsumsi ikan setiap hari dalam rentang waktu yang sangat panjang karena alamnya memang mengondisikan demikian.

Di luar kondisi ekstrem tersebut orangtua tak perlu khawatir apakah bayi mendapatkan DHA dalam jumlah yang cukup. Mengapa? Tak lain karena kebutuhan tersebut akan terpenuhi dari komposisi gizi seimbang dalam konsumsi makanan sehari-hari.Tumbuh kembang otak sejak kehamilan 6 bulan hingga anak berumur 2 tahun sedang pesatpesatnya. Sampai umur 1 tahun, 60 persen energi dari makanan bayi digunakan untuk pertumbuhan otak.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Tips Balita, Tumbuh Kembang :: Tags: , 0 Comments

Menurunnya Cakupan Imunisasi di Indonesia


Rendahnya cakupan imunisasi lengkap di Indonesia, 46,2 persen, menunjukkan upaya pencegahan penyakit belum mendapat perhatian serius. Karena itu, perlu komitmen bersama untuk menggalakkan kembali kampanye imunisasi bagi bayi dan anak balita. Dari hasil riset kesehatan dasar tahun 2007 oleh Departemen Kesehatan dan Badan Pusat Statistik, cakupan imunisasi lengkap anak usia 12-23 bulan sebesar 46,2 persen. Mereka mendapat vaksinasi BCG, polio 3 kali, DPT 3 kali, hepatitis B 3 kali, dan campak.

Provinsi dengan cakupan imunisasi lengkap paling buruk adalah Sulawesi Barat (17,3 persen). Kabupaten/kota dengan cakupan imunisasi lengkap nol persen adalah Waropen, Tolikara, Paniai, Puncak Jaya, dan Yahukimo. Bila seorang anak tak mendapat vaksinasi lengkap, kemungkinan terhindar dari penyakit kurang dari 80 persen. Tahun 1990 Indonesia sudah mencapai universal child immunization (UCI) nasional. UCI adalah tercapainya cakupan minimal 80 persen imunisasi lengkap bayi sebelum usia 1 tahun untuk antigen BCG 1 kali, DPT 3 kali, campak 1 kali, polio 3 kali, lalu tahun 1997 masuk hepatitis B 3 kali.

Laporan Depkes menunjukkan, pencapaian UCI desa di Indonesia tahun 2007 dengan indikator cakupan imunisasi campak 76,1 persen, tahun 2008 sebesar 68,3 persen. Provinsi dengan cakupan UCI rendah antara lain Lampung, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tenggara, Maluku.

Partisipasi

Rendahnya cakupan imunisasi lengkap di sejumlah provinsi mencerminkan lemahnya upaya penanggulangan penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi.

Evaluasi

Nasrin menilai, perlu ada evaluasi program imunisasi menyeluruh oleh lembaga independen. Hal ini bertujuan meningkatkan cakupan 5 jenis imunisasi yang wajib diberikan sesuai dengan program pemerintah.

Posted in Imunisasi, Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Tumbuh Kembang :: Tags: , , 0 Comments

Penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi


Pemerintah optimistis dapat mencapai target penurunan angka kematian bayi dan ibu secara nasional terkait tujuan pembangunan milenium. Namun, diakui masih terjadi kesenjangan pencapaian target antarprovinsi. Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengungkapkan optimisme tercapainya target, antara lain, penurunan angka kematian bayi dan penurunan angka kematian ibu melahirkan.

Target tujuan pembangunan milenium (MDG) adalah angka kematian bayi 24 per 1.000 kelahiran hidup—saat ini 34 per 1.000 kelahiran hidup. Dia mengatakan, masih terdapat kesenjangan tinggi angka kematian bayi di Indonesia. Angka sudah di bawah rata-rata nasional, sedangkan Nusa Tenggara Timur masih di atas angka rata-rata nasional. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007 memuat angka kematian ibu 228 per 100.000 kelahiran hidup. Tahun 2008, 4.692 ibu meninggal pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Target MDG, antara lain, adalah angka kematian ibu melahirkan menjadi 118 per 100.000 kelahiran hidup.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Tumbuh Kembang :: Tags: , , 0 Comments

Cara Agar ASI Lancar dan Banyak


Ada beberapa cara agar ASI lancar dan banyak

* Tingkatkan frekuensi menyusui
Jika anak belum mau menyusu karena masih kenyang, perahlah / pompalahASI. Ingat ! produksi ASI prinsipnya based on demand sama spt prinsip pabrik. Jika makin sering diminta (disusui/diperas/dipompa) maka makin banyak yg ASI yg diproduksi.

* Kosongkanlah payudara setelah anak anda selesai menyusu
Bahasan ini masih terkait dengan point di atas. Makin sering dikosongkan, maka produksi ASI juga makin lancar.

* Ibu harus dalam keadaan santai
Menurut hasil penelitian, 80 persen lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Relaks saja ya bu. Disini sebetulnya peran besar sang ayah. Jika ayah mendukung maka ASI akan lancar. Mendukung bisa dg berbagai cara mulai dari menyemangati istri hingga hal2 lain spt menyendawakan bayi setelah menyusu, menggendong bayi utk disusukan ke ibunya, dsbnya.

* Hindari susu formula
Terkadang karena banyak orangtua merasa bahwa ASInya masih sedikit atautakut anak gak kenyang, banyak yg segera memberikan susu formula. Padahal. pemberian susu formula itu justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu atau malah bingung puting terutama pemberian susu formula dg dot.

* Hindari penggunaan DOT
Jika ibu ingin memberikan ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg menggunakan sendok, bukan dot ! Saat ibu memberikan dg dot, maka anak dapat mengalami BINGUNG PUTING (nipple confusion). Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung puting seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh areola (bag. gelap di sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi. Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari penggunaan dot dsbnya.

Posted in Gizi Bayi, Gizi Ibu, Imunisasi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Info Menyusui :: Tags: , , 0 Comments

Cara Meningkatkan ASI Secara Alami


Produktifitas ASI dapat ditambah mulai dari usia kehamilan dini. Berbagai asupan gisi dan suplemen khusus ibu hamil menjadi salah satu cara jitu. ASI merupakan nutrisi pertama bagi si kecil. Bagi para mama baru, kurangnya produktivitas ASI merupakan hal yang yang membuat panik. Sering kali rasa khawatir yang berlebihan melanda. Apalagi ketika pemikiran bahwa si kecil tak bisa mendapatkan ASI ekslusifnya selama 6 bulan akan semakin mengganggu.

Pertama-tama yang harus diketahui oleh para mama baru adalah aneka bahan makanan yang mengandung Anti-Galactogogues. Sayuran dan tumbuhan yang mengandung Anti-Galactogogues antara lain kol dan daun mint.

Ada beberapa cara menambah produksi ASI adalah sebagai berikut:

* Kondisi fisik
Produksi ASI juga ditentukan oleh kondisi fisik dan mental seseorang. Tidur yang cukup akan membuat kondisi fisik dan mental menjadi pulih. Bahkan seorang mama baru disarankan untuk tidur 10 jam per-hari layaknya seorang bayi untuk memulihkan keadaan fisiknya.

* Minum Air
Dehidrasi merupakan salah satu penyebab berkurangnya produksi ASI. Oleh karena
itu, disarankan bagi para mama untuk minum air secukupnya agar produksi ASI
lancar.

* Butuh rangsangan
Terkadang ASI susah keluar bukan karena produksinya rendah, melainkan butuh rangsangan. Coba ajak bayi Anda untuk meminum ASI secara langsung. Hal itu akan merangsang ASI untuk mudah keluar dan terus diproduksi.

Posted in Gizi Bayi, Gizi Ibu, Imunisasi, Info Ibu, Info Menyusui, Kesehatan Bayi :: Tags: , , 1 Comment

Tiga Jenis Komplikasi Kehamilan Biasa Dialami Ibu Hamil


Bagi ibu-ibu yang sekarang sedang hamil, apalagi bagi ibu yang baru pertama kali hamil pasti merasa khawatir atau takut akan kehamilan dan janin yang dikandungnya. Hal seperti ini memang normal dan banyak dialami oleh ibu-ibu hamil. Oleh karena itu  para ibu hamil perlu informasi dan pengetahuan agar bisa  melakukan pencegahan dan mengurangi rasa khawatir tersebut.

Ada tiga jenis komplikasi yang biasa dialami ibu hamil:

1.  Pre-eklampsia (Hipertensi Kehamilan)

Pre-eklampsia atau biasa disebut toxemia, belakangan ini banyak dialami oleh ibu hamil.

Gejalanya

- Kenaikan tekanan darah secara mendadak sampai 140/90
- Pembengkakan  di tangan dan wajah
- Adanya protein dalam urin
- Sakit kepala atau demam
- Detak jantung cepat

Faktor-faktor  yang bisa membuat ibu hamil mengalami pre-eklampsia:

- Hamil pada usia diatas 40 tahun
- Hamil kembar
- Kehamilan pertama
- Ibu yang sudah mengidap tekanan darah tinggi

Cara pengobatannya

Apabila ibu hamil di diagnosa mengalami pre-eklampsia, terapi pengobatan yang biasa dianjurkan adalah mengurangi tekanan darah dengan diet makanan, mengurangi stress, cukup tidur atau meditasi. Bisa juga diberikan obat penenang agar ibu hamil tenang dan istirahat yang cukup. Namun apabila sudah cukup bulan, dianjurkan untuk melakukan persalinan agar menghindari terjadi keadaan yang membahayakan ibu dan janin, misalnya kejang.

2. Anemia

Anemia juga biasa dialami oleh ibu hamil. Hal ini umumnya disebabkan adanya kekurangan zat besi. Pada kehamilan awal, disarankan untuk memeriksa darah, apakah ibu mengidap anemia atau tidak.

Gejala Anemia:

- Cepat lelah
- Wajah pucat
- Sulit bernapas
- Seperti ingin pingsan

Faktor resikonya

- Ibu hamil yang kurang nutrisi
- Ibu hamil yang sulit makan karena mual dan muntah
- Kehamilan kembar
- Kehamilan dengan jarak yang berdekatan dengan kehamilan sebelumnya

Cara mengatasinya

Apabila ibu hamil mengalami anemia atau tidak, lebih baik mengkonsumsi vitamin zat besi yang disarankan Dokter SpOG untuk mengatasinya. Selain itu bisa dibantu dengan makanan yang kaya zat besi seperti daging merah, bayam dan buah-buahan kering.

3. Gestational Diabetes

Ada lagi komplikasi kehamilan yang disebut Gestational Diabetes, yaitu kehamilan dimana ibu hamil mengalami kadar gula darah yang tinggi karena tubuh tidak cukup memproduksi cukup insulin.  Insulin adalah sebuah hormon yang dibuat oleh pankreas yang membuat sel merubah gula menjadi energi atau bahan bakar yang berguna. Apabila diabetes saat hamil tidak diobati, akan mempengaruhi janin. Bayi akan lahir dengan berat berlebih atau besar.

Yang mengidapnya

- Ibu hamil yang sebelumnya sudah mengidap diabetes
- Kegemukan
- Ibu hamil di usia matang
- Ibu hamil dengan riwayat diabetes dalam keluarga

Gejalanya

- Rasa haus dan lapar yang berlebihan
- Sering buang air kecil
- Kenaikan tekanan darah
- Gula dalam urin
- Kelelahan

Cara mengatasinya

Caranya dengan diet ketat untuk mengurangi berat badan, olah raga teratur dan kontrol gula darah secara teratur. Demikian ibu-ibu penjelasan singkat mengenai 3 jenis komplikasi kehamilan yang perlu ibu ketahui.

Semoga bermanfaat.

Posted in Info Ibu, Kehamilan, Persalinan, Tumbuh Kembang :: Tags: , 0 Comments

Empat Nutrisi paling Penting untuk Buah Hati


Kendati banyak orangtua memiliki pengetahuan dasar mengenai makanan sehat yang bisa membuat tubuh dan tulang anak-anak kuat, tetapi kadang, masih ada kemungkinan hilangnya beberapa nutrisi penting. Sebab anak-anak tidak memerolehnya dari makanan yang telah tersedia. Terpenuhnya nutrisi yang baik dan kebiasaan makan yang sehat dapat menghindari buah hati Anda dari berbagai penyakit berbahaya. Dengan nutrisi penting dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan anak dalam masa-masa pertumbuhan mereka.

Ada beberapa nutrisi yang wajib dikonsumsi anak, di antaranya:

Magnesium

Magnesium adalah salah satu nutrisi penting yang harus Anda pastikan bahwa anak-anak mendapatkan cukup dari magnesium dalam makanan mereka. Nutrisi ini penting bagi anak Anda karena memiliki kemampuan untuk menjaga agar jantung kuat, menjaga otot, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan produksi energi, dan membangun tulang yang sehat.

Anak-anak berusia 1-3 tahun disarankan mengonsumsi magnesium 80 mg sehari. Anak-anak usia 4-8 tahun memerlukan magnesium sampai 130 mg sehari. Untuk meningkatkan asupan magnesium anak, Anda bisa mendapatkannya pada sayuran hijau, kacang-kacangan, dan gandum.

Kalsium

Anak usia 1-3 tahun perlu kalsium hingga 3.000 mg per hari, sementara anak usia 4-8 tahun memerlukan 3.800 mg per hari. Kalium sebagai nutrisi yang sering dikaitkan dengan pisang. Dalam hal kesehatan anak Anda, nutrisi ini memainkan peranan besar untuk mempertahankan produksi energi, otot, dan fungsi jantung, menjadikan tulang yang kuat, bahkan dapat menjaga anak Anda rentan terhadap risiko tekanan darah tinggi ketika mereka dewasa.

Serat

Cara terbaik untuk mengetahui jumlah serat bagi buah hati adalah untuk mengonsultasikan kepada dokter anak untuk mengetahui seberapa banyak serat yang bisa dikonsumsi anak Anda. Karena Serat merupakan nutrisi yang biasanya dianggap penting untuk orang dewasa, tetapi ini juga penting bagi kesehatan anak. Serat tidak hanya berfungsi memperlancar buang air besar dan mengatasi sembelit, namun dapat pula mencegah diabetes tipe 2, menjaga anak-anak rentan terhadap risiko penyakit jantung, kolesterol, darah tinggi, dan menjaga bobot tubuh mereka.

Vitamin E

Umumnya, vitamin E ditemukan dalam makanan berlemak. Untuk memastikan anak Anda mendapatkan vitamin E dalam jumlah tepat, Anda bisa memasukkan lebih banyak sayuran berdaun hijau, seperti bayam, atau kacang-kacangan dalam daftar makanan harian. Vitamin E merupakan nutrisi penting yang juga dibutuhkan anak-anak. Antioksidan ini dikenal untuk memerangi radikal bebas, tetapi juga berperan membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat dan mempertahankan metabolisme yang baik.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Tips Balita, Tumbuh Kembang :: Tags: , , , 0 Comments

Perkembangan Bayi Bagi Umur Sebelas Bulan


Bayi Anda sedang bermain bersama bayi lain seusianya. Ketika ia bermain dengan sebuah mainan, ternyata ada bayi lain yang tertarik dengan mainan tersebut. Sejurus kemudian, bayi tadi langsung menghampiri bayi Anda, memegang mainannya dan merebutnya dari tangan buah hati Anda! Bayi pada usia ini sudah mulai “keluar” dari kesendiriannya dan belajar berbaur dengan teman-teman seusianya. Salah satu proses yang akan mulai dipelajari oleh bayi Anda adalah konsep berbagi. Mungkin Anda pernah melihat kejadian yang serupa dengan kejadian berikut.

para ahli mengatakan bahwa bayi pada usia ini memang masih memiliki sifat egosentris. Mereka menganggap bahwa dunia “berputar” di sekeliling mereka dan sangatlah sulit bagi mereka untuk melihat berbagai hal dari sudut pandang orang lain. Itulah mengapa bayi pada tahap ini masih sulit untuk berbagi.

Berjalan

Setiap orang tua sangat menantikan “langkah pertama” yang dibuat oleh bayinya. Terdapat rentang usia tertentu dimana bayi mulai bisa berjalan. Sebagian bayi ada yang sudah bisa berjalan pada usia 10 bulan, sebagian lagi baru mulai berjalan pada usia 17 bulan.

Memilih, Menyusun, Mengelompokkan

Jika Anda memiliki keranjang pakaian, Anda bisa memanfaatkannya untuk menghibur sekaligus mengasah kemampuan si kecil. Pada tahap ini, bayi biasanya sangat tertarik dengan kegiatan memindah-mindahkan benda dan membandingkan bentuk serta ukuran berbagai macam benda. Anda tinggal mendudukkan buah hati Anda di hadapan keranjang pakaian dan kumpulan benda-benda yang aman dimainkannya. Biarkan ia asyik dengannya sambil diawasi dari kejauhan.

Membaca

Walaupun bayi Anda merupakan tipe yang sangat aktif bermain, dia tetap akan sangat senang jika Anda duduk bersamanya dan membacakan buku kepadanya. Si kecil biasanya akan ikut berpartisipasi dengan caranya sendiri – membalikkan halaman, menunjuk gambar tertentu, memasukkan jarinya ke lubang kecil yang ada di buku, atau bahkan mengisap-isap bagian pojok buku…

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Tumbuh Kembang :: Tags: , 0 Comments

Sikap Balita Yang Patut Dicurigai


Tidak semua orangtua memperhatikan tingkah laku anaknya. Beberapa orang menganggap keterlambatan perkembangan yang dialami anaknya adalah suatu hal yang normal dan wajar. Padahal ada tingkah laku tertentu dari si kecil yang menunjukkan adanya gangguan dalam tubuhnya. Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya lahir dengan sempurna tanpa cacat. Tapi beberapa gangguan tubuh terkadang muncul setelah anak dilahirkan. Untuk itu ketahui tingkah laku anak yang harus dicurigai oleh orangtua.

Seperti dikutip dari Familydoctor.org, Senin (3/5/2010) ada beberapa tingkah laku anak yang harus dicurigai terhadap kondisi autis, ADHD, bisu dan tuli, yaitu:

Sikap laku anak hiperaktif atau attention-deficit hyperactivity disorder

1. Memiliki kesulitan mengikuti petunjuk atau menjaga perhatia. Konsentrasinya hanya terhadap suatu kegiatan baik di sekolah maupun di rumah.
2. Terlihat seperti tidak mendengarkan orang lain berbicara.
2. Tidak bisa memperhatikan segala sesuatu secara mendetail.
4. Sering lupa terhadap sesuatu dan mudah terganggu.
5. Anak terlihat gelisah dan tidak bisa bermain atau duduk dengan tenang, senangnya bergerak atau berlari terus.
6. Berbicara atau memberikan jawaban secara ceplas ceplos dan sering menginterupsi orang.
7. Biasanya anak-anak ini memiliki gejala seperti itu setidaknya selama 6 bulan.

Sikap laku anak yang memiliki autis

1. Menghindari memeluk atau melakukan kontak mata dengan orang lain.
2. Tidak menanggapi atau memberikan respons terhadap suara, bunyi dan namanya jika dipanggil.
3. Tidak berbicara dengan menggunakan bahasa yang benar dan kadang seperti berteriak.
4. Suka bolak-balik, berputar atau membenturkan kepalanya.
5. Memiliki perhatian khusus atau rutinitas tertentu dan menjadi marah jika kegiatan tersebut diganggu atau berubah.
6. Memiliki ekspresi wajah atau gerakan tertentu yang menjadi ciri khasnya dan tidak takut terhadap bahaya.

Sikap laku anak yang memiliki gangguan pendengaran (tuli)

1. Anak kurang responsif terhadap suara dan keadaan disekitarnya kecuali bisa dinikmati dengan melihat.
2. Saat masih bayi, ia cenderung tidak kaget atau terbangun ketika mendengar suara yang keras saat tidur.
3. Cenderung untuk berusaha melihat wajah lawan bicaranya.
4. Anak hanya memberikan respons terhadap suara tertentu atau suara yang keras saja.
5. Sering memberikan jawaban yang salah terhadap suatu perintah atau pertanyaan dan meminta untuk mengulangi kata-kata.
6. Anak berbicara terlalu pelan atau keras serta ucapannya terkadang sulit untuk dimengerti.
7. Memiliki masalah tingkah laku dan juga nilai pelajaran yang terkadang di bawah rata-rata.

Sikap laku anak yang memiliki gangguan bicara

1. Anak belum bisa mengeluarkan suara untuk menarik perhatian hingga usia 8-10 bulan.
2. Belum mampu mengeluarkan kata seperti ‘mama’ atau ‘dada’.
3. Tidak menunjukkan usaha untuk berkomunikasi jika membutuhkan sesuatu.
4. Tidak dapat meniru tingkah laku atau perkataan orang lain.
5. Masih gagap dan tidak bisa mengeluarkan kalimat yang dimengerti oleh orang lain.

Jika orangtua melihat ada perilaku anaknya yang seperti itu, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter ahli untuk diagnosis lebih lanjut sehingga kondisi anak bisa ditangani lebih cepat.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Tips Balita :: Tags: , 0 Comments

Waspadai Kegemukan Anak Ketika Terkena Penyakit


Anak yang memiliki tubuh gemuk akan lebih tahan ketika menghadapi penyakit malaria. Tapi anak yang gemuk harus lebih waspada jika terkena penyakit demam berdarah atau flu burung. Sedangkan untuk penyakit tipus, bobot tubuh biasanya tidak mempengaruhi proses penyembuhannya. Sebaiknya orangtua menjaga berat badan anaknya pada kisaran normal agar lebih tahan terhadap infeksi.

Saat kuman masuk ke dalam tubuh biasanya akan berhadapan terlebih dahulu dengan sel-sel yang berfungsi sebagai benteng yaitu kulit, mukosa paru-paru dan mukosa mulut. Setelah sampai di dalam tubuh kuman akan berhadapan dengan sel daya tahan tubuh. Jika terjadi infeksi, maka tubuh butuh waktu selama 10 hari untuk membentuk limfosit dan dibutuhkan waktu 14 hari bagi limfosit untuk membasmi infeksi tersebut.

Beberapa penyakit infeksi, faktor kesembuhannya bisa dipengaruhi oleh bobot tubuh yang dimiliki. “Jika seorang anak sudah memiliki asupan gizi yang bagus, maka secara tidak langsung dia sudah punya perlindungan yang standar. Dan anak dengan gizi normal akan memiliki keseimbangan yang baik antara proinflamasi dan antiinflamasi,” ujar dokter kelahiran Bandung 41 tahun silam.

Apabila salah satu bagian tubuh terkena infeksi, maka akan timbul peradangan dan secara otomatis tubuh akan memproduksi proinflamasi (seperti IL8 atau TNF-alfa) untuk menghentikan peradangan. Jika infeksi sudah sembuh, tubuh akan menghasilkan antiinflamasi (seperti IL10 dan anti-TNFalfa) untuk menghentikan kerja dari proinflamasi.

Hal ini penting karena jika kadar proinflamasi terlau berlebihan akan menimbulkan kerusakan di daerah sekitar infeksi. Tapi jika antiinflamasi yang berlebihan akan membuat kuman susah untuk dibasmi dan bertahan di daerah tersebut. Pada anak yang memiliki gizi kurang atau lebih, akan terjadi ketidakseimbangan jumlah proinflamasi dan antiinflamasi.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Tumbuh Kembang :: Tags: , 0 Comments

Advert

Bedak Pemutih

Mau cepat hamil? Segera pelajari dan ikuti beragam tips agar cepat hamil dan aneka cara agar cepat hamil hanya di TipsAgarCepatHamil.com!