Tak Perlu Diet untuk Ibu Menyusui


Waktu masa menyusui adalah masa sangat berharga bagi seorang ibu dan bayinya. Pada masa-masa ini, seorang ibu harus berupaya agar produksi air susunya lancar, sekaligus berkualitas.  Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi sang buah hati melalui ASI,  para ibu sebenarnya tak perlu terlalu risau. Supaya ASI yang dihasilkan berkualitas, seorang ibu sebenarnya tak harus melakukan pola diet ketat atau pun sulit untuk diterapkan. Seperti yang dipaparkan para konselor menyusui dari New York State WIC Training Center, yang perlu dilakukan hanyalah menjalani diet sehat seimbang yang membuat si ibu merasa lebih baik, memberi lebih banyak energi dan terhindar dari stres.   Penelitian bahkan menunjukkan, diet yang “kurang ideal” pun tidak akan mempengaruhi pasokan ASI atau pun kualitas ASI. Jadi, bersantailah wahai ibu.

Nikmatilah masa menyusui dengan rileks. Makanlah saat Anda merasa lapar dan minumlah saat merasa haus. Namun ada baiknya juga membuat jadwal “mengemil” makanan dan atau minuman sehat ketika sedang menyusui. Yang pasti, tidak ada makanan tertentu yang wajib dikonsumsi atau perlu dihindari. Minum susu selama menyusui bukanlah suatu keharusan. Anda juga tak perlu menghindari makanan pedas dan kafein. Pilihlah makanan yang direkomendasikan bagi semua orang sperti buah-buahan segar, sayuran, roti gandum dan sereal. Makanan yang kaya akan kalsium dan protein juga perlu menjadi bagian dari diet ibu menyusui.

Menyantap makanan yang bervariasi dapat menjadi keuntungan tersendiri bagi bayi yang disusui. Beberapa jenis makanan dapat sedikit mempengaruhi rasa ASI sehingga  memberikan semacam perkenalan awal bagi bayi untuk mengecap rasa makanan. Hal juga penting untuk menyiapkan bayi mengenal beragam rasa makanan ketika dewasa nanti. Makanan yang mengandung gas seperti brokoli atau makanan asam seperti jus jeruk belum terbukti menyebabkan bayi yang disusui menjadi rewel. Gas ini disebabkan oleh serat dalam makanan saat melewati organ pencernaan. Sedangkan serat tidak akan melebur ke dalam ASI. Sangat jarang ditemukan kasus bayi mengalami alergi atau sensitif terhadap makanan yang dikonsumsi oleh ibunya. Alergi justru lebih timbul akibat sesuatu yang diberikan secara langsung kepada sang bayi seperti formula, jus atau makanan padat.

Posted in Gizi Ibu, Info Ibu, Info Menyusui, Kesehatan Umum, Uncategorized :: Tags: , 0 Comments

Penyebab Belekan Pada Bayi


Belekan pada mata pada bayi sering dikeluhkan oleh orangtua, karena kenyamanan anak menjadi terganggu dan juga dapat membuat panik pada orangtua. Belekan terjadi karena air mata yang diproduksi dari kelenjar lakrimalis tidak dapat mengalir ke rongga hidung. Sepanjang hari air mata membasahi permukaan mata agar terjaga kelembabannya dan tetap bersih.

Bila terdapat infeksi mata atau saluran mata ke rongga hidung tersumbat, maka kotoran di daerah mata tidak dapat dialirkan, sehingga timbul belekan. Bila produksi air mata bayi lebih banyak, maka belekan akan relatif lebih banyak.

Tindakan yang dilakukan bila mata tidak ada tanda infeksi (seperti mata menjadi merah) adalah cukup dipijat pangkal hidung. Tindakan pemberian antibiotik tidak perlu diberikan bila tidak ada tanda infeksi. Biasanya sebelum usia 7 bulan saluran air mata akan terbuka dengan baik.

Posted in Perawatan Bayi :: Tags: , , 0 Comments

Bayi Baru Lahir Perlu Pendamping Ibunya


Bayi yang baru lahir seharusnya tidak dipisahkan dari orangtuanya. Studi menemukan bayi yang baru lahir perlu berada di dekat ibunya bahkan saat tidur di malam hari. Adanya stres fisiologis yang signifikan dan bisa mengganggu pola tidur dialami oleh bayi yang berusia 2 hari dan secara fisik terpisah dari ibunya, meskipun berada pada ruangan yang sama. Kontak erat antara ibu dan bayi yang baru lahir dalam beberapa jam pertama kehidupannya sangatlah penting. Selain itu juga diketahui kondisi ini secara signifikan bisa meningkatkan keberhasilan menyusui. Dalam studi ini peneliti memonitor detak jantung dari 16 bayi Afrika Selatan yang baru lahir dengan 10 bayi laki-laki dan 6 perempuan serta sang ibu berusia 17-40 tahun yang tidak memiliki komplikasi pasca persalinan.

Bayi yang kontak langsung dengan ibunya serta bayi yang dipisahkan karena berada di box bayi dan menghadap ke arah ibunya. Kenaikan hampir 3 kali lipat dalam aktivitas sistem saraf otonom termasuk perubahan denyut jantung dan pernapasan pada bayi yang dipisahkan dari ibunya, serta bayi mengalami tidur yang tidak nyenyak. emisahan ini bisa menurunkan suhu tubuh yang berpengaruh pada pola tidurnya. Jika ibu berada dekat dengan si bayi maka ia akan berusaha untuk menyusui bayinya sehingga si bayi kemungkinan besar bisa mendapatkan kolostrum yang sangat bermanfaat untuk sistem imun dan meningkatkan keberhasilan menyusui. Serta bayi yang berada dalam dekapan ibunya akan jauh merasa nyaman dan tenang, terutama dalam dekapan dada sang ibu.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Perawatan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized :: Tags: , 0 Comments

Langkah yang Anda Harus Lakukan Pada Bayi


Tahukah Anda, bahwa di balik tangisannya, tawa kecilnya, saat-saat bermainnya, ternyata si buah hati Anda ‘mengamati’ tindak-tanduk yang Anda dan pasangan lakukan. Mungkin Anda tak percaya bahwa si kecil mempunyai bakat sebagai detektif yang memata-matai tingkah laku Anda, tapi ini fakta! Tanpa Anda sadari, apa yang terjadi di sekitarnya dapat menjadi gaya hidup bagi dirinya kelak. Ini merupakan hal yang wajar bagi si kecil yang mulai menginginkan melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Jadi, sekarang Anda dan pasangan harus memulai untuk melakukan hal-hal yang bersifat positif di depannya. Agar kelak, hal-hal itu juga yang dapat menjadi panutan hidupnya.

Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan di depannya:

Berjuang

Bagi pasangan rumah tangga, pertengkaran, atau perbedaan argumentasi adalah hal wajar yang sering kita temui. Biarkan si kecil melihat dan mempelajari hal ini. Bukan berarti Anda dan pasangan harus berteriak-teriak atau membanting pintu di depannya. Yang harus Anda lakukan adalah, buat si kecil memahami bahwa perbedaan pendapat pasti terjadi di mana saja. Tak hanya itu, cara menyampaikan pendapat dan menuntaskannya pun dapat menjadi pembelajaran tersendiri baginya kelak.

Ciuman

Berciuman adalah sebuah pengungkapan tanda kasih sayang terhadap satu sama lain. Melakukan hal ini, dapat memberi pengertian pada si kecil bahwa mengasihi satu sama lain itu adalah hal yang harus dilakukan. Terapkanlah dalam kehidupan berumah tangga Anda peraturan-peraturan kecil. Jika suami Anda pergi ke luar rumah, lakukan ciuman hangat untuknya, begitu pula setibanya di rumah. Proses ini akan terekam jelas di ingatannya, bahwa dengan rutinitas berciuman ini selain menunjukkan tanda kasih sayang, juga menunjukkan rasa hormat terhadap satu sama lain.

Komunikasi

Komunikasi sangat penting bagi pasangan rumah tangga di segala penjuru dunia. Namun, bagi si buah hati Anda pun, hal ini dapat bermanfaat bagi gaya hidupnya kelak. Berkomunikasilah dengan pasangan Anda setiap saat. Bicarakan tentang pekerjaan, keuangan, atau hal-hal lainnya di depan si kecil. Pembicaraan yang terlontar dari kedua orang tuanya dapat membuatnya belajar akan pentingnya suatu kepedulian. Mungkin sesekali Anda juga dapat mengajaknya ikut berkomunikasi mengenai pekerjaan ayahnya. Hal ini dapat membuatnya merasa dibutuhkan dan di hargai.

Penyesalan

Di saat Anda dan pasangan terlibat oleh perang argumentasi, kini saatnya bagi Anda untuk menebusnya. Tunjukkan pelukan dan ciuman yang Anda tujukan pada pasangan di depan si kecil. Bahaslah masalah Anda dan pasangan dengan kepala dingin. Ungkapkanlah hal-hal apa saja yang membuat Anda jengkel dengan pasangan. Hal ini akan membuatnya belajar memahami dan memaafkan orang lain.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Tips Balita, Tumbuh Kembang, Uncategorized :: Tags: , 0 Comments

Mengetahui Penyakit Asma pada Bayi


Asma adalah suatu keadaan di mana keadaan saluran udara dan paru-paru memburuk dan meradang, yang akhirnya membuat penderitanya kesulitan untuk bernapas. Memang sulit untuk mengetahui apakah bayi Anda menderita asma sampai usia mereka 5 tahun, hal ini disebabkan karena penyakit-penyakit yang biasa diderita oleh bayi memiliki gejala yang sama. Saluran udara pada bayi biasanya kecil dan jika pembengkakan terjadi saluran udara akan menghasilkan lendir yang membuat si bayi batuk, napas mendesah, dan dapat menimbulkan gejala-gejala lain yang menunjukkan gejala asma. Jika napas bayi Anda terus menerus mendesah, itu merupakan salah satu tanda awal asma. Tetapi jika gejala yang dialami bayi Anda hanya batuk saja, ini bukan berarti bayi Anda mengalami asma. Apabila Anda mengira bayi Anda menderita asma, segera mungkin bawalah ke dokter anak untuk mendapat diagnosa yang benar. Diagnosa dini dan pengobatan yang tepat sangat penting bagi bayi yang menderita asma.

Berikut adalah diagnosa yang benar dan apa saja hal yang berkaitan asma pada si buah hati Anda:

Diagnosa
Sulit bagi seorang dokter untuk mendiagnosa apakah bayi Anda menderita asma sebelum usia mereka 12 bulan. Napas si kecil yang mendesah bisa jadi bukan karena dia menderita asma. Masalah lain seperti bronkitis, virus yang ada di saluran pernapasan, cystic fibrosis (sesak napas), masalah jantung, dan aspirasi susu juga dapat membuat napas bayi Anda terengah-engah. Seringkali, masalah napas bayi Anda yang terengah-engah dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia buah hati Anda.

Penyebab
Ada banyak hal yang menyebabkan napas bayi Anda tersengal. Paru-paru bayi sangat sensitif, makanan atau apapun yang asing dan terhirup ke paru-paru dapat menyebabkan napas si bayi tersengal. Dan juga, bayi yang lahir prematur dengan saluran pernapasan yang belum terbentuk sempurna juga napasnya seringkali tersengal.

Gejala
Asma pada umumnya merupakan hasil hubungan yang kompleks antara gen si bayi dan lingkungannya. Gejala-gejala umum asma adalah batuk, napas mendesah, napas yang terengah, demam, dan napas pendek setelah melakukan kegiatan-kegiatan fisik. Gejala ini biasanya berbeda pada setiap anak.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Masalah Kesehatan Anak, Penyakit, Perawatan Bayi, Uncategorized :: Tags: , 0 Comments

Sebuah Panduan Makanan untuk Periode Pra-Konseptual


Selama kehamilan, apa yang Anda makan memiliki dampak besar pada kesehatan dan kesejahteraan bayi Anda. Kesehatan secara keseluruhan dan kesejahteraan bayi Anda tergantung pada apa yang Anda makan sebelum (segera sebelum pembuahan), selama dan setelah kehamilan. Oleh karena itu sangat penting untuk makan sehat, sebelum, selama dan segera setelah kehamilan untuk bayi yang sehat. Penelitian telah menunjukkan bahwa nutrisi ibu merupakan faktor penentu utama bagi kesehatan bayi serta untuk kerentanan terhadap penyakit pada masa dewasa. Gizi yang lebih baik dari ibu selama kehamilan menyebabkan bayi yang sehat dan orang dewasa yang sehat. Cara terbaik adalah untuk membuat makanan sehat cara hidup, ketimbang makan sehat hanya selama kehamilan. Makan sehat selama kehamilan harus menjadi bagian dari gaya hidup Anda. Continue Reading

Posted in Gizi Ibu :: Tags: , , , , 1 Comment

Pentingnya Asam Folat Bagi Bayi


Asam folat penting dikonsumsi ibu hamil karena kekurangan asupan asam folat dapat menyebabkan kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Penelitian terbaru menemukan ibu yang mengkonsumsi asam folat sebelum dan selama kehamilan sangat mengurangi risiko punya anak dengan kemampuan bahasa yang parah. Asam folat memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil dan bayinya. Karena asam folat dapat membantu pertumbuhan otak bayi, dan mengurangi risiko terjadinya Neural Tube Defects (NTD) pada bayi yang dilahirkan dan lain-lain.

Ibu yang mengonsumsi suplemen lain, tetapi bukan asam folat tidak menunjukkan adanya penurunan risiko pada keterlambatan kemampuan bahasa bayi. Hal tersebut menandakan bahwa asam folat memang memiliki efek yang unik pada perkembangan anak. Meskipun beberapa penelitian medis mengenai manfaat asam folat dalam melindungi janin terhadap cacat tabung saraf telah banyak dipublikasikan, namun penelitian ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa suplemen tersebut dapat melindungi bayi dar gangguan perkembangan saraf lainnya. Anak-anak Norwegia tersebut hanya dapat membuat satu kata atau ucapan yang dapat dipahami oleh orang lain pada usia 3 tahun.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi :: Tags: , 0 Comments

Saatnya Si Kecil Makan Makanan Padat


Mulai dari browsing internet, bertanya kepada teman yang lebih berpengalaman, hingga konsultasi pada ahli gizi tentunya menjadi rutinitas Anda untuk mendapatkan info yang tepat. Beberapa saran mungkin saja terdengar baik dan menjanjikan. Namun kini, sudah saatnya bagi Anda untuk meninggalkan saran-saran kuno, dengan mengikuti langkah tepat memberi makanan bagi bayi Anda di bawah ini. Beberapa rekan Anda pasti pernah menyarankan untuk memberikan sereal dalam botol agar si keci mendapatkan tidur nyenyak sepanjang malam. Di sisi lain, memberikan makanan padat bagi bayi berusia dua hingga tiga bulan dapat membantunya membiasakan diri dalam proses mengunyah. Dua saran ini lah yang harus Anda ubah dalam persepsi pemberian makanan tepat bagi si buah hati.

Perlu Anda ketahui, bahwa si kecil belum terlalu dewasa untuk memulai mengonsumsi makanan padat. Tubuh mereka bisa dikatakan masih lunak untuk menerima makanan padat. Hal ini malah dapat menimbulkan alergi terhadap makanan pada si kecil. Sehingga, pemberian nutrisi dalam bentuk susu formula atau ASI selama empat bulan pertama pada si kecil sangat dianjurkan. Bayi di usia antara empat hingga enam bulan cenderung mendorong makanan yang diberikan melalui sendok. Di sinilah proses bagi si kecil untuk mulai mengenali makanan baginya. Tetapi jangan khawatir, proses ini tak akan berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama. Pasalnya, ketika bayi mulai beranjak lebih dewasa, mereka mulai menguasai konsep menelan makanan. Hal ini akan menjadikan si kecil lebih aktif dalam mengunyah, dan menelan makanan, yang membuatnya lebih bersemangat untuk mencoba makanan baru lainnya.

Posted in Gizi Bayi, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi :: Tags: , 0 Comments

Lama Kebutuhan Tidur Bayi Sesuai Umur


Tanyakan berapa lama bayi tidur dalam sehari kepada para ibu. Hmm… ya, jawabannya cukup lama. Pernahkah Anda mengamati mengapa bayi suka tidur lama? Menurut medis, bayi memang membutuhkan waktu tidur yang lebih lama ketimbang orang dewasa. Bila kita cukup tidur siang dengan 1-2 jam, mereka bahkan tidur sampai 5 jam. Sebagian dari para ibu khawatir bila kepala anaknya menjadi datar, sebagian lain bosan karena tak ada kegiatan, namun sebagian juga senang karena anaknya tidak rewel dan ia bisa melakukan aktivitas lain.

Ada beberapa kebutuhan tidur bayi sesuai usia :

Bayi usia 1 minggu

Tidur siang: 8 jam
Tidur di malam hari: 8 1/2 jam
Total: 16 1/2 jam

Bayi usia 1 bulan

Tidur siang: 7 jam
Tidur di malam hari: 8 1/2 jam
Total: 15 1/2 jam

Bayi usia 3 bulan

Tidur siang: 5 jam
Tidur di malam hari: 10 jam
Total: 15 jam

Bayi usia 6 bulan

Tidur siang: 3 1/4 jam
Tidur di malam hari: 11 jam
Total: 14 1/4 jam

Bayi usia 9 bulan

Tidur siang: 3 jam
Tidur di malam hari: 11 jam
Total: 14 jam

Bayi usia 12 bulan

Tidur siang: 2 1/4 jam
Tidur di malam hari: 11 1/2 jam
Total: 13 jam

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Perawatan Bayi, Tips Balita, Uncategorized :: Tags: , 1 Comment

Makanan Bergizi untuk Bayi


Untuk merangsang pertumbuhan gigi dan mencukupi nutrisi, bayi tak bisa hanya diberi ASI dan bubur saja. Mereka juga harus mulai diajarkan mengenal menu makanan bergizi lain. Karena belum ada gigi, tentunya kita harus membantu memilih makanan terbaik untuknya. Makanan ini tak hanya harus bergizi, namun juga harus mudah dicerna dan aman bagi bayi.

Berikut ada beberapa makanan yang menyehatkan bayi:

Alpukat
Pohonnya mencapai tinggi 20 m, daunnya sepanjang 12 hingga 25 cm, itulah pohon alpukat. Buahnya berbentuk nyaris bulat atau lonjong, dengan kulit yang semi keras, yang membalut daging lembut di dalamnya. Alpukat kaya akan kandungan potasium, karbohidrat, vitamin E, vitamin C, vitamin B, fosfor, zinc, hingga zat besi.

Pisang
Oleh nenek moyang, buah pisang sebenarnya dikenal pertama kali sebagai obat, bukan sebagai buah. Warnanya hijau saat masih muda, dan apabila ranum, kulitnya berubah warna menjadi kuning kecokelatan atau kemerahan.

Dada Ayam
Daging ayam mengandung protein, vitamin B kompleks, mineral, lemak, asal lemak, yang dibutuhkan tubuh. Kalau belum bisa mengunyah, bagaimana bayi bisa mendapat nutrisi dari ayam? Anda bisa merebusnya hingga empuk, menghancurkannya dan mengambil sarinya. Tentunya daging yang terbaik dapat diambil dari bagian dada, agar lemaknya tidak terlalu banyak.

Keju
Produk susu yang tak kalah pentingnya adalah keju. Seperti yang kita ketahui, ada berbagai jenis keju yang ada di pasaran. Namun, untuk bayi cukup tambahkan serutan keju cheddar saja ke dalam bubur yang dikonsumsinya. Selain membantu mengatasi kebosanan pada susu, keju juga menambah aroma dan rasa lezat pada makanan.

Kacang Hijau
Kacang hijau termasuk jenis tumbuhan suku polong-polongan. Protein yang terkandung di dalam kacang hijau sangat tinggi, sehingga menu ini seringkali disajikan sebagai bubur maupun minuman. Untuk bayi, kacang hijau harus dimasak hingga lunak benar dan disaring agar bayi mudah mencerna dan tidak tersedak.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi :: Tags: , 0 Comments

Page 3 of 5212345102030...Last »
Advert

Bedak Pemutih

Mau cepat hamil? Segera pelajari dan ikuti beragam tips agar cepat hamil dan aneka cara agar cepat hamil hanya di TipsAgarCepatHamil.com!