Hal yang Bisa Dilakukan Orangtua Mencegah SIND


Kasus kematian bayi secara mendadak sudah sering terjadi dan ini adalah kondisi yang menakutkan orangtua. Karena itu ketahui hal-hal apa saja yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko kematian bayi mendadak (SIDS). Kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome/SIDS) terjadi pada bayi di bawah satu tahun yang mengalami kematian mendadak tapi tidak ditemukan penyebab pastinya. Biasanya kondisi ini tanpa disertai dengan gejala atau peringatan awal yang muncul.

Hingga kini para ahli masih belum dapat memastikan penyebabnya, sehingga beberapa penelitian masih terus dilakukan. Namun, beberapa ahli percaya bahwa ada kemungkinan posisi tidur atau lingkungan di sekitar bayi misalnya terdapat asap rokok, bisa memberikan kontribusi terhadap SIDS. Meskipun penyebab pastinya belum dapat diketahui, tapi bukan berarti kondisi ini tidak bisa dicegah.

Beberapa hal bisa dilakukan oleh orangtua untuk mencegah SIDS, yaitu:

Biarkan bayi tidur dalam posisi terlentang.

Posisi ini adalah salah satu hal yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu melindungi bayinya dari SIDS. Sedangkan tidur dalam posisi miring, bagi bayi tidaklah aman. Hal ini disebabkan risiko SIDS akan dua kali lipat lebih besar karena mempengaruhi perutnya.

Jangan membiarkan adanya asap rokok di sekitar bayi.

Usahakan untuk menjaga udara di sekitar bayi, seperti di rumah, mobil atau dalam lingkungan lain agar bebas dari asap rokok karena diduga asap rokok turut memainkan peran dalam memicu SIDS. Karenanya jika ada anggota keluarga yang merokok, usahakan untuk merokok di luar rumah.

Gunakan seprai dan selimut dengan hati-hati.
Sebaiknya pilihlah bahan seprai dan selimut dengan hati-hati, dan usahakan bayi tidur tanpa menggunakan bantal. Selain itu usahakan untuk tidak menggunakan selimut sama sekali, jika bayi kedinginan maka gunakan pakaian yang hangat dan piyama berkaki. Hal ini disebabkan karena ada kemungkinan selimut tersebut bisa menutupi wajahnya dan memicu SIDS.

Menghindari suhu panas yang berlebihan (overheating) di kamar bayi.
Usahakan bayi mendapatkan suhu yang hangat dan nyaman selama tidur, misalnya dengan tidak memberikan pakaian yang berlebihan dan suhu kamarnya juga diatur dengan baik. Jika bayi mengalami overheating biasanya ditandai dengan berkeringat, rambut lembab, terbentuk ruam panas, napas yang cepat, gelisah dan demam.

Meningkatkan ventilasi udara di kamar bayi.
Menjaga sirkulasi udara yang baik di kamar bayi bisa membantu bayi bernapas dengan baik, salah satunya dengan memberikan ventilasi udara yang cukup untuk kamar bayi dan bisa juga ditambah dengan kipas angin.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu :: Tags: , 0 Comments

Pertolongan Pertama Jika Bayi Pingsan


Siapa pun pasti panik jika menemukan bayinya tidak sadarkan diri (pingsan) dan napasnya berhenti. Tapi orangtua atau siapapun yang dekat dengannya bisa memberikan pertolongan pertama CPR (cardiopulmonary resuscitation). Tubuh bayi tidak sama dengan tubuh orang dewasa, karena anak bayi tulangnya masih sangat rentan dan diperlukan trik-trik khusus untuk bisa membantunya bernapas kembali atau sadar tanpa mencederainya.

Tahapan pertolongan pertama untuk bayi, sebagai berikut:

Cek keamanan dan kesehatan
Pastikan orang tua meletakkan bayinya di tempat yang datar dan jangan di kasur. Lalu perhatikan bahwa daerah sekitarya aman dari bahaya.

Cek respons dari si bayi
Untuk mengetahui apakah bayi tersebut masih sadar atau tidak, bisa dengan mengelitik atau mengusap telapak tangan dan kakinya. Jika bayi masih sadar, maka secara otomatis bayi akan memberikan respons.

Buka jalur pernapasan
Untuk membantu membukan jalur pernapasan si bayi, cukup dengan cara menarik sedikit dahi bayi ke belakang tanpa perlu menarik dagunya.

Berikan napas buatan
Pada bayi, napas buatan yang diberikan cukup dengan dua kali tiupan saja dan tidak perlu menutup hidung si bayi. Orangtua cukup menutup mulut dan hidung bayi sekaligus dengan mulutnya, karena jarak antara mulut dan hidung pada saat bayi masih dekat.

Berikan tekanan
Dalam memberikan tekanan cukup menggunakan dua jari saja dan diletakkan pada posisi satu jari di bawah garis puting. Tekanan yang diberikan cukup satu pertiga dari kedalaman dada dan dilakukan sebanyak 30 kali.

Lakukan dua kali napas buatan dan 30 kali tekanan (2:30) secara berulang sebanyak 5 set atau selama 2 menit. Setelah itu periksa kembali apakah bayi sudah bisa bernapas lagi atau belum dengan mengecek jalur pernapasannya. Meskipun si bayi sudah bisa bernapas normal kembali dengan bantuan CPR, orangtua sebaiknya tetap membawanya ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Posted in Info Balita, Info Bayi :: Tags: , 0 Comments

Tips Memilih Alas Kaki Selama Kehamilan


Banyak ibu hamil sembarang mengenakan alas kaki berupa sandal di rumah, termasuk di dalam kamar mandi. Berikut tips aman dan nyaman mengenakan sandal di kamar mandi.

1. Hindarkan tumit sandal yang tinggi.
Bagi ibu hamil bila menggunakan sandal di kamar mandi, hendaknya tinggi tumit sandal yang dikenakan tidak melebihi 3 cm, lebih dari itu sandal akan cenderung mudah tergelincir di bagian tumitnya, sehingga ibu hamil yang mengenakan akan terpeleset jatuh, sangat berbahaya.

2. Hati-hati pada sandal baru yang licin.
Banyak sandal wanita memakai sol yang terbuat dari bahan kulit atau plastik yang amat licin bila dipakai menginjak lantai kamar mandi yang basah, sehingga kaki ibu hamil yang memakainya akan terpeleset karenanya.

3. Sebaliknya
sandal lama yang sudah aus bagian solnya juga sangat licin bila basah, sehingga ibu hamil yang memakai sandal itu akan terpeleset kakinya bila menginjak lantai kamar mandi yang basah, sangat berbahaya!

Posted in Info Bayi :: Tags: , 0 Comments

Jika Ibu Hamil Sakit dan Harus Bekerja


Jika anda adalah wanita bekerja, kehamilan tak perlu menjadi hambatan dalam karir Anda. Namun jika saat hamil Anda mengalami suatu keluhan/penyakit, memang diperlukan beberapa tindakan tepat.

Berikut 6 tips singkat agar Anda dapat mengatasi kehamilan Anda selama bekerja:

1. Jika mungkin, berusaha bernegosiasi dengan perusahaan agar bisa mengerjakan pekerjaan paruh waktu.

2. Jika pekerjaan mengharuskan Anda melakukan pekerjaan yang sangat melelahkan fisik, jam kerja panjang atau terlalu banyak berdiri, usahakan membicarakannya dengan atasan agar bisa bertukar tempat dengan teman lain untuk sementara.

3. Jangan lupa membawa obat yang harus diminum dan tepat jadwalnya.

4. Beritahukan pada teman dekat di kantor nomor telepon suami atau dokter yang bisa dihubungi jika tiba-tiba Anda mengalami keluhan mendadak.

5. Taati pantangan-pantangan yang dapat menimbulkan munculnya keluhan pada penyakit Anda.

6. Kunjungi dokter Anda secara teratur walaupun saat itu mungkin belum ada keluhan yang muncul .

Cara Mengatasi Gangguan Punggung.

Tahukah anda bahwa tanpa disadari banyak organ tubuh anda bekerja 24 jam nonstop? Punggung adalah salah satunya. Karena itu, kesehatan punggung harus selalu dijaga, di antaranya dengan berolahraga dan menghindari stress.

Ada bebrapa gangguan pada punggung:

1. Stress.

Punggung sangat sensitive terhadap ketegangan otot akibat stress sehari-hari. Dalam keadaan lemah dan kaku, otot punggung mengalami spasme . Kondisi ini menyebabkan aliran darah yang mengangkut oksigen menjadi terhambat, sehingga otot kekurangan oksigen.

2. Postur tubuh yang buruk.

Postur tubuh yang kurang tepat menyebabkan lengkung tulang belakang tidak berada dalam satu garis lurus sehingga mudah cedera dan menimbulkan kelainan premature pada diskus.

3. Kurang Olahraga.

80 persen kasus nyeri tulang punggung disebabkan karena buruknya kelenturan otot atau kurang berolahraga.

4. Cedera dan ketegangan otot.

Gerakan memutar, membungkuk atau mengangkat beban berat yang tidak dilakukan secara benar, akan mengakibatkan ketegangan pada otot atau cedera ligamen.

5. Osteoarthritis.

Proses penuaan menyebabkan diskus keluar dari tempat semestinya dan menghasilkan pertumbuhan tulangbaru seperti taji yang menimbulkan radang sendi disertai nyeri.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Tips Balita :: Tags: , , 0 Comments

Nama Merupakan Hadiah untuk Si Kecil


Apalah arti sebuah nama, mungkin kalimat itu seringkali Bunda dengar. Namun, apakah Bunda berpikir demikian? Nama merupakan hadiah dan doa dari orangtua untuk sang buah hati. Ketika mendekati masa melahirkan biasanya calon orangtua mulai sibuk memikirkan nama terbaik untuk sang buah hati.

1. Persiapkan jauh-jauh hari
Anda tidak tergesa-gesa saat memilih nama. Sebagai bahan refensi , Anda bisa mencari nama bayi di fasilitas menu “Nama si Kecil” yang tersedia di Infobunda.

2. Berikanlah nama yang memiliki arti bagus
Hindari nama yang memiliki arti buruk karena nama merupakan doa dan harapan cerminan anak nantinya.

3. Sebaiknya pemberian nama tidak terlalu panjang
Nama maksimal 3 kata. Hal ini agar tidak menyulitkan si kecil nanti apabila harus menghafal namanya ataupun menuliskan namanya.

4. Coba terapkan nama tang serasi
Saat merangkai nama, coba terapkan nama yang serasi dan enak ketika diucapkan.

5. Mencoba sebut namanya berulang
]Bila Anda sudah menemukan nama yang pas untuk sang buah hati. Cobalah sebut namanya berulang dan perhatikan bagaimanakah kedengarannya? Apakah nama tersebut enak di dengar, terdengar lucu, aneh, atau malah bisa memicu olokan.

6. Carilah Nama yang masih jarang
Sebisa mungkin carilah nama yang masih jarang digunakan dan belum begitu familiar. Sehingga bisa tampil beda dari yang lainnya.

7. Cobalah diskusikan dengan suami
Lebih baik untuk masalah ini diskusikanlah dengan suami mengenai nama lengkap dan nama panggilan yang akan digunakan nanti.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Nama Bayi :: Tags: , 0 Comments

Mengenal Dunia Dalam Botol Susu


Susu formula merupakan alternatif pendamping (selain ASI) yang biasanya dipilih para ibu untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil. Dan, biasanya susu ini dihidangkan dalam botol susu khusus bayi. Kali ini kita akan menyimak bersama dunia seputar botol susu, bagaimana cara memilih, menggunakannya, hingga membuai buah hati saat menenggak susu dari dalam tabungnya.

Kita ikuti perjalanan mengenal dunia dalam botol susu berikut ini yuk.

Bahan.
Bingung memilih botol susu bayi? Mau yang berbahan gelas atau plastik ya? Tenang saja, bayi ibu pasti akan memberikan petunjuk botol mana yang sebenarnya ia inginkan. Beberapa pertimbangan, bahan plastik lebih ringan dan tahan pecah, namun beberapa orang tua ingin menghindari bahaya kimia dari BPA yang terdapat dalam beberapa botol plastik. Solusinya: pilih botol plastik bebas BPA.

Waktunya steril.
Sebelum menggunakan botol bayi atau pentil (pertama kalinya), sterilkan lebih dulu dengan merendamnya dalam air mendidih selama 5 menit. Setelah itu, ibu boleh mencuci botol dan pentilnya dengan sabun dan air hangat, baik dengan tangan atau mesin pencuci piring, setiap kali ibu menggunakannya.

Setia pada ASI/ susu formula.

Untuk bayi baru lahir, berikan hanya ASI atau susu formula saja, bukan airatau jus. Campur susu formula seperti aturan pemakaian yang tertera. Menambahkan air terlalu banyak pada susu hanya akan mengurangi jumlah nutrisi yang seharusnya diterima bayi. Sebaliknya, kurang air juga bisa melukai dinding lambung bayi dan ginjalnya yang masih lemah.

Memilih susu formula.
Kebanyakan orang tua memilih susu yang berasal dari sapi. Formula kedelai dan formula hypoallergenic sebenarnya juga bisa jadi pilihan sehat. Yang penting, untuk bayi usia kurang dari 1 tahun, pastikan ibu menggunakan susu formula yang dibentengi dengan kandungan zat besi.

Posted in Gizi Bayi, Info Ibu, Perlengkapan bayi :: Tags: , 0 Comments

Jika Bayi Lebih Sering Alergi


Seseorang yang alergi biasanya dikaitkan dengan daya tahan tubuhnya yang lemah, padahal tidak selalu demikian. Berdasarkan sebuah penelitian terbaru di Finlandia, bayi yang lahir di bulan Oktober dan November cenderung alergi terhadap beberapa makanan dibandingkan dengan bayi yang lahir di musim panas atau dua musim lainnya. Hasilnya, tingkat terjadinya alergi bervariasi tergantung dari musim saat bayi tersebut lahir. Rentangnya adalah dari 5 persen pada mereka yang lahir pada bulan Juni/Juli hingga 9,5 persen untuk mereka yang lahir di bulan Oktober dan November.

Bandingkan dengan mereka yang mengalami masa kehamilan tersebut di bulan Desember atau Januari, yang tingkat alerginya hanya 6 persen. Studi sebelumnya juga membuktikan bahwa bayi yang lahir di musim gugur atau musim dingin lebih rentan terhadap dermatitis dan gangguan pernafasan yang membuat nafas bayi menjadi berbunyi. Penulis jurnal ini menyebutkan, hal ini kemungkinan disebabkan karena fetus mulai memproduksi antibodi untuk melawan alergen pada masa kehamilan 11 minggu dan memproduksi antibodi untuk melawan alergen-alergen yang spesifik pada masa kehamilan 24 minggu. Cuaca dan suhu di bulan-bulan tertentu diperkirakan bisa mempengaruhi perkembangan janin.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi :: Tags: , 0 Comments

Cara Tepat Memilih Sepatu Bayi


Sepatu yang terlalu ketat atau longgar bisa menimbulkan masalah bagi bayi saat mereka belajar jalan nanti. Di luar sana ada begitu banyak merek sepatu bayi yang ditawarkan oleh para produsen. Semuanya tampak begitu cantik dan lucu-lucu, namun tentunya Anda tak boleh sembarang pilih.

Saatnya membeli seoatu untuk si kecil.
Tentunya saat si kecil mulai menunjukkan tanda-tanda akan berjalan. Saat inilah Anda perlu mempertimbangkan untuk membeli sepatu yang memenuhi syarat.

Cara untuk memilih sepatu yang tepat pada si kecil

Hal pertama adalah pilihlah produk yang menawarkan perlindungan bagi kaki dengan fleksibilitas tinggi. Anda bisa minta dokter bayi atau pegawai toko profesional untuk mengukur ukuran kaki bayi dengan tepat. Amati sepatu, apakah bahan sepatu terlalu kaku untuk dipakai melangkah oleh bayi Anda?! Jika langkah bayi tampak terhambat, maka bisa jadi bahannya yang terlalu keras tidak membiarkan si kecil berjalan dengan seimbang.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Perlengkapan bayi :: Tags: , 0 Comments

Menjaga Emosi Seusai Keguguran


Perempuan yang baru saja mengalami keguguran pasti akan mengalami pergolakan emosi atau trauma tersendiri. Bagaimana cara mengatasi perubahan emosi yang terjadi setelah keguguran? Dampak emosional yang timbul akan membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih lama dibandingkan dengan dampak fisik yang terjadi. Dan selama ini beberapa perempuan memiliki kecenderungan untuk membiarkan kesedihan tersebut berlarut-larut.Seperti dikutip dari Americanpregnancy.org, Rabu (13/10/2010) perempuan yang mengalami keguguran akan memiliki lonjakan emosi layaknya roller coaster, seperti emosi mati rasa, tidak percaya, kemarahan, rasa bersalah, sedih, depresi dan sulit berkonsentrasi.

Untuk membantu mengatasi kondisi tersebut, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, yaitu:

1. Mengetahui fakta-fakta yang terjadi, seperti apa penyebab dari keguguran serta memahami bahwa kondisi ini adalah yang terbaik untuk keduanya.
2. Berusaha melindungi diri dengan cara menghindari situasi yang diketahui akan sulit, karena itu tetapkan tujuan yang realistis bagi diri sendiri.
3. Meluangkan waktu untuk menyenangkan diri sendiri, karena proses penyembuhan ini tidak bisa terburu-buru.
4. Menerima dukungan dari orang-orang terdekat, tapi jika hal ini tidak berhasil bisa meminta bantuan pada konselor atau mengikuti kelompok dukungan (support group) tertentu.
5. Jadilah orang yang sedih dan gembira. Seseorang boleh saja merasa sedih, tapi jangan biarkan kesedihan tersebut mengendalikan dirinya. Setelah bersedih-sedih tak ada salahnya untuk melakukan hal-hal menyenangkan hingga bisa tertawa dan senang.
6. Membuat keputusan yang tepat mengenai baju-baju hamil dan mungkin barang-barang bayi yang sudah terbeli. Tak ada salahnya untuk menyimpan barang-barang tersebut, atau mungkin memberikannya kepada orang lain.

Posted in Info Ibu, Kesehatan Bayi :: Tags: , 0 Comments

Perkembangan Bayi Dalam Mengontrol Kepalanya


Saat menggendong dan mengangkat bayi hal yang paling menjadi perhatian adalah kepala kepalanya karena sangat lunglai alias belum bertenaga. Setiap bayi yang baru lahir belum memiliki kontrol yang bagus dengan kepalanya, karena berat kepala lebih besar dari berat badannya. Hal ini juga karena otot lehernya masih cukup lemah sehingga belum bisa menopang kepala. Namun nantinya ia akan mampu mengembangkan keterampilan penting ini, karena mengontrol kepala merupakan landasan dasar dari semua gerakan seperti duduk dan berjalan. Bayi mungkin akan mampu mengangkat kepala ketika berusia sekitar 1 bulan dan mampu menahan kepala saat duduk sekitar usia 4 bulan. Otot leher dan kontrol kepala akan semakin kuat dan mantap saat bayi berusia 6 bulan.

Berikut perkembangan bayi dalam mengontrol kepalanya:

Saat bayi baru lahir.
Saat baru lahir, bayi akan sepenuhnya bergantung pada orang lain terutama ibunya untuk menopang kepala dan leher. Kondisi ini akan berlangsung setidaknya pada bulan pertama atau lebih. Hal ini bisa membantu meningkatkan intensitas kontak mata dan ikatan antara bayi dan orangtua, terutama saat dalam buaian.

Usia 1-2 bulan.
Pada akhir bulan pertama, bayi sudah bisa mengangkat kepalanya sebentar serta memutar ke sisi kanan dan kiri ketika sedang berbaring. Sekitar usia 6-8 minggu, ia sudah cukup kuat untuk mengangkat kepala dan ketika digendong di bahu sudah bisa menahan kepalanya meskipun dengan gemetar dan tidak lama.

Usia 3-4 bulan.
Bayi akan dapat mengangkat kepala hingga 45 derajat saat tengkurap dan bisa dilakukan berulang-ulang kali. Otot lehernya pun sudah berkembang dan mulai cukup kuat untuk menopang kepala, namun orangtua harus tetap memberikan perhatian karena bayi belum sepenuhnya bisa mengontrol kepala sendiri.

Usia 5-6 bulan.
Saat usia 5 bulan bayi sudah menunjukkan otot lehernya yang semakin kuat. Dan saat berusia 6 bulan, bayi dapat menahan kepalanya dengan mantap dan tegak serta akan lentur ke depan saat orang lain membantunya menarik ke posisi duduk.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Perlengkapan bayi :: Tags: , 0 Comments

Page 10 of 51« First...89101112203040...Last »