Archive | February, 2012

Mengatasi Bayi Melintang


Bayi sungsang (mal presentasi) merupakan suatu kelainan letak bayi, yaitu posisi kepala di atas dan posisi bokong di bawah. “Sebetulnya sampai bayi berusia 34 minggu, letak bayi masih bebas. Artinya, letak kepala bisa di atas atau di bawah,” ujar dr. Karno Suprapto, Sp.OG, dari RS Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ini terjadi karena pada permulaan kehamilan, berat janin relatif lebih rendah dibandingkan dengan rahim. Akibatnya, janin masih bebas bergerak. Nah, menginjak usia 28-34 minggu kehamilan, berat janin makin membesar, sehingga tidak bebas lagi bergerak. Pada usia tersebut, umumnya janin sudah menetap pada satu posisi. “Kalau posisinya salah, maka disebut sungsang,” terang Karno. Continue Reading

Posted in Info Bayi0 Comments

Cek Kesehatan Pasca Persalinan Normal


Usai persalinan normal, Anda wajib ke dokter obgin lagi. Apa saja yang perlu di cek?

1 Minggu Pasca Persalinan. Dokter akan memeriksa perineum apakah mengalami infeksi atau tidak. Tanda terjadi infeksi bila:
• Ada cairan lain, selain lokia, berwarna putih dan berbau tak sedap.
• Perineum terlihat bengkak dan merah.
Mengetahui hal ini, dokter akan memberikan antibiotik dan menganjurkan Anda merawat luka dengan cara bath seat, yakni berjongkok atau duduk, kemudian membasuh bekas luka dengan cairan antiseptik.
Bersihkan perineum:
• Cuci tangan sebelum mengganti pembalut.
• Bersihkan perineum dengan air hangat setelah buang air. Hati-hati suhu air jangan terlalu tinggi karena membuat perineum nyeri.
• Bersihkan dengan handuk bersih, tepuk-tepuk perlahan. Selalu bersihkan dari arah vagina ke anus agar bakteri dari rektum/anus tidak terbawa ke vagina. Continue Reading

Posted in Ibu Hamil0 Comments

Mencegah Dasar Punggul dan Penapisan Kelainan Kandungan


Salah satu keluhan yang bisa dialami oleh perempuan setelah melahirkan adalah terjadinya kelainan dasar panggul. Tapi hal ini sebenarnya bisa dicegah atau dihindari. Ibu yang selamat dari kematian saat melahirkan berisiko mengalami disfungsi dasar panggul yang mungkin terjadi pada usia 40-an tahun. Pencegah Disfungsi Dasar Panggul dan Penapisan Kelainan Kandungan untuk Kesehatan Perempuan Indonesia.

Berikut beberapa gejala yang muncul jika seseorang mengalami disfungsi dasar panggul:

1. Inkontinensi urine, misalnya pipis atau keluar urine saat batuk atau ketika shalat ruku

2. Inkontinensi fekal, misalnya tidak bisa menahan kentut (buang gas)

3. Turunnya rahim, dubur dan kandung kemih

4. Disfungsi seksual, misalnya keluar urine atau kentut ketika sedang berhubungan seks.

Disfungsi ini terjadi karena adanya kerusakan pada otot levator ani, otot ini sebenarnya bisa meregang sampai 200 persen tapi jika lebih dari itu ia akan robek. Diperkirakan 15-35 persen persalinan vagina menyebabkan trauma pada otot levator ani. Persalinan pertama berkontribusi terbesar dalam menyebabkan kerusakan dasar panggul, meski penyebabnya multifaktorial. Kerusakan ini bisa menurunkan kualitas hidup seorang perempuan. Zaman dulu kalau tidak digunting maka lebih susah, tapi sebenarnya hanya dilakukan pada kasus-kasus tertentu yang kalau tidak digunting maka robekannya menjadi tidak terkontrol atau berantakan sehingga jahitnya sulit.

Tapi ada juga yang perineumnya elastis sehingga tidak perlu dipotong. Jika panjang perineum (jarak dari anus sampai tepi bawah vagina) yang dimiliki oleh perempuan ini kurang dari 2,5 cm, maka mau tidak mau harus dilakukan episiotomi. Dengan senam hamil biasanya bisa mengatur elastisitas dari otot dasar panggul, serta mengatur pernapasan saat mengedan. Tapi sebenarnya jumlah jahitan tidak menunjukkan apakah seseorang digunting atau tidak.

Posted in Gizi Ibu, Ibu Hamil, Info Ibu, Kandungan Gizi Mangga, Kehamilan, Kesehatan Umum, Masalah Kesehatan Anak, Persalinan, Tumbuh Kembang, Uncategorized1 Comment