Tumbuh Kembang

Manfaat Telur bagi Kesehatan Anak


Telur adalah makanan berprotein tinggi yang mudah dan murah didapat. Untuk memenuhi kebutuhan protein anak, kebanyakan orangtua di Indonesia lebih mampu memberikan telur yang harganya terjangkau ketimbang daging, ayam atau ikan. Karena kondisi keuangan yang terbatas, akhirnya orangtua memberikan makanan telur setiap hari ke anaknya.

Tak perlu khawatir, karena makan telur setiap hari ternyata bagus untuk anak. Memberikan telur setiap hari untuk anak itu enggak apa-apa, bagus itu, yang penting adalah memberikan variasi. Putih telur mengandung protein hewani yang baik. Jadi kalau bisa setiap hari ada telur yang bisa dipadukan dengan protein hewani lain seperti ayam dan ikan, misalnya hari ini telur dengan ayam, besok dengan ikan. Namun sebaiknya jangan sering-sering mengonsumsi telur yang digoreng, tapi bisa divariasikan dengan membuat telur rebus atau dicampurkan dengan bahan makanan lain misalnya dalam sayur sop, dicampur dengan bahan lain lalu dipanggang atau bisa memasukkan putih telur ketika membuat cemilan agar-agar untuk anak.

Protein lain yang penting untuk dikonsumsi adalah protein nabati seperti dari tahu, tempe dan juga lengkapi dengan lemak sehat seperti dari kacang-kacangan dan juga alpukat. Kandungan gizi dari sebutir telur terbilang cukup komplit karena mengandung protein hewani yang baik, vitamin A, asam amino esensial, vitamin D, vitamin B12 serta zat besi, dan juga kandungan kolesterol di bagian kuningnya. Jenis makanan karbohidrat yang dipilih sebaiknya yang kompleks sehingga penyerapannya bisa perlahan seperti nasi merah atau roti gandum.

Sedangkan konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula pasir sebaiknya dihindari atau dibatasi karena langsung diserap tubuh dan jika terus menerus anak bisa jadi diabetes saat remaja. Perbanyak juga karbohidrat dari buah dan sayuran serta yang berserat seperti dari oatmeal, untuk buah dan sayur memang harus dilatih agar anak mau makan. Sedangkan untuk cemilan, berikan makanan ringan yang sehat, misalnya membuat roti gandum yang ditambah sayuran di dalamnya, membuat cake atau kue dari oatmeal atau bisa juga memberikan bubur kacang hijau.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Masalah Kesehatan Anak, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Bayi Susah Menyusui Apabila Puting Meratah


Memberikan ASI eksklusif pada bayi adalah keputusan terbaik yang dapat diberikan seorang ibu kepada bayinya. Tetapi bila puting payudara Anda rata atau terbalik ke dalam (inverted nipples), apakah Anda juga bisa menyusui dengan normal? Semua perempuan bisa menyusui meskipun puting payudaranya rata atau terbalik. Bayi menyusu pada areola, bukan pada puting payudara. Ketika bayi mulai menempelkan mulutnya pada areola dan mulai menghisap, hal itu akan menarik puting Anda keluar.

Bayi yang baru lahir yang mampu menempel dan menghisap ASI dengan baik akan menjadi solusi terbaik bagi puting payudara yang terbalik. Paling mudah jika bayi belajar menyusu pada hari pertama atau keduanya setelah lahir, sebelum ASI Anda keluar. Pembengkakan cenderung membuat puting yang rata makin rata, yang membuat bayi lebih sulit belajar menghisap. Kalau sudah begini, luangkan waktu lebih banyak bersama bayi sejak awal, agar Anda punya banyak waktu untuk berlatih menyusui.

Ada beberapa trik-trik yang Anda bisa mencobanya apabila kesulitan menyusui bayi karena kondisi puting payudara Anda:

1. “Buat” puting untuk membuat lebih banyak jaringan payudara yang masuk ke dalam mulut bayi. Pegang payudara pada areola, dengan jari-jari pada bagian bawah dan ibu jari pada bagian atas. Tekan dengan ibu jari dan jari-jari, dan pada saat yang sama mendorongnya kembali ke arah dada. Hal ini akan memanjangkan dan menyempitkan areola, sehingga membuat bayi lebih mudah menyusu.

2. Perhatikan bagaimana bayi memperlakukan payudara. Bayi seharusnya menggenggam payudara dengan mulut yang terbuka lebar.

3. Coba kenakan breast shells, semacam mangkuk plastik transparan yang didesain untuk puting yang rata atau terbalik di sela-sela menyusui atau 30 menit sebelum menyusui. Breast shells memiliki dua bagian: bagian belakang dengan lubang yang memungkinkan puting untuk menonjol keluar, dan kubah bundar yang akan dipasang di bagian dalam bra. Tekanan pada shell dari bra akan melawan areola, yang secara bertahap meregangkan perlekatan dan membuat puting menonjol.

4. Gunakan pompa ASI untuk menarik keluar puting payudara sebelum menyusui. Pompa ASI elektrik berkualitas baik bisa Anda dapatkan di rumah sakit, dan akan menarik keluar puting Anda tanpa merusaknya.

5. Jika bayi masih terus kesulitan untuk menyusu, coba gunakan nipple shield, atau pelindung puting yang dikenakan di sekeliling areola dan puting saat menyusui. Berkonsultasilah dengan konsultan laktasi sebelum menggunakan alat ini, agar ia dapat memberikan petunjuk penggunaannya tanpa memengaruhi produksi ASI. Bila Anda tidak tahu cara penggunaannya, nipple shield memang bisa mengurangi produksi ASI.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Info Menyusui, Kesehatan Bayi, Kesehatan Umum, Tips Balita, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Makanan yang Dilarang Selama Masa Menyusui


Menyusui buah hati adalah karunia tak terhingga yang dimiliki oleh seorang ibu. Selain memenuhi kebutuhan nutrisinya, menyusui juga dapat menjalin kedekatan atau bonding antara ibu dengan si kecil. Menyusui pada prinsipnya adalah sebuah proses yang alami. Jadi kecil kemungkinan seorang ibu mengalami kegagalan atau tidak mampu menyusui bayinya. Perlu diketahui, banyak atau sedikitnya ASI juga tidak tergantung pada besar kecilnya ukuran payudara.

Semakin sering Anda menyusui bayi Anda, maka produksi ASI akan terus meningkat. Agar pemberian ASI optimal harus dimulai sejak usia kehamilan dini dengan mempersiapkan diri dan memperhatikan dua hal yang utama, yaitu makanan dan juga perawatan payudara. Saat menyusui, hindarilah makanan yang pedas dan bersantan karena dapat mengakibatkan gangguan pencernaan. Hindari juga sayuran yang mengandung gas, seperti kol dan kembang kol, karena dapat membuat kembung perut pada bayi tertentu.

Berhentilah merokok karena zat nikotin yang ada dalam tembakau akan mengalir melalui ASI ke dalam tubuh bayi. Anda yang bekerja setelah tiga bulan cuti tetap bisa memberi buah hati ASI minimal dalam enam bulan pertama kehidupannya. Bagi para Ibu yang harus segera bekerja kembali, tidak ada alasan untuk tidak memenuhi anjuran ini. Ibu tetap dapat memberikan ASI dengan cara memerahnya kemudian menyimpan dalam botol yang diletakkan di lemari pendingin.

Proses ini hanya membutuhkan waktu 10-15 menit. ASI bisa diperah dengan tangan atau pompa susu khusus, caranya mudah dan praktis. Mungkin Anda punya pertanyaan, perlukah mengeluarkan sisa ASI dari payudara setelah menyusui? Karena hal ini dilakukan untuk mempersiapkan proses menyusui pada tahap selanjutnya. Namun jika bayi sudah mendapatkan ASI yang cukup, Ibu tidak perlu mengeluarkan sisa ASI lagi.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Info Menyusui, Kesehatan Umum, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Nutrisi yang Wajib Dikonsumsi Anak


Terpenuhinya nutrisi yang baik dan kebiasaan makan yang sehat dapat menghindari buah hati Anda dari berbagai penyakit berbahaya. Dengan nutrisi penting dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan anak dalam masa-masa pertumbuhan mereka. Kendati banyak orangtua memiliki pengetahuan dasar mengenai makanan sehat yang bisa membuat tubuh dan tulang anak-anak kuat, tetapi kadang, masih ada kemungkinan hilangnya beberapa nutrisi penting. Sebab anak-anak tidak memerolehnya dari makanan yang telah tersedia. Jika Anda ingin memastikan semua kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik, Anda dapat memastikan nutrisi yang tepat dikonsumsi oleh buah hati tercinta.

Ada beberapa nutrisi yang wajib dikonsumsi anak, di antaranya:

Magnesium
Magnesium adalah salah satu nutrisi penting yang harus Anda pastikan bahwa anak-anak mendapatkan cukup dari magnesium dalam makanan mereka. Nutrisi ini penting bagi anak Anda karena memiliki kemampuan untuk menjaga agar jantung kuat, menjaga otot, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan produksi energi, dan membangun tulang yang sehat. Anak-anak berusia 1-3 tahun disarankan mengonsumsi magnesium 80 mg sehari. Anak-anak usia 4-8 tahun memerlukan magnesium sampai 130 mg sehari. Untuk meningkatkan asupan magnesium anak, Anda bisa mendapatkannya pada sayuran hijau, kacang-kacangan, dan gandum.

Kalium
Kalium sebagai nutrisi yang sering dikaitkan dengan pisang. Dalam hal kesehatan anak Anda, nutrisi ini memainkan peranan besar untuk mempertahankan produksi energi, otot, dan fungsi jantung, menjadikan tulang yang kuat, bahkan dapat menjaga anak Anda rentan terhadap risiko tekanan darah tinggi ketika mereka dewasa. Untuk meningkatkan kalium anak bisa dengan memberikan asupan makanan seperti buah dan sayuran dalam makanan keseharian mereka.

Serat
Serat merupakan nutrisi yang biasanya dianggap penting untuk orang dewasa, tetapi ini juga penting bagi kesehatan anak. Serat tidak hanya berfungsi memperlancar buang air besar dan mengatasi sembelit, namun dapat pula mencegah diabetes tipe 2, menjaga anak-anak rentan terhadap risiko penyakit jantung, kolesterol, darah tinggi, dan menjaga bobot tubuh mereka.

Vitamin E
Vitamin E merupakan nutrisi penting yang juga dibutuhkan anak-anak. Antioksidan ini dikenal untuk memerangi radikal bebas, tetapi juga berperan membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat dan mempertahankan metabolisme yang baik. Vitamin E ditemukan dalam makanan berlemak. Untuk memastikan anak Anda mendapatkan vitamin E dalam jumlah tepat, Anda bisa memasukkan lebih banyak sayuran berdaun hijau, seperti bayam, atau kacang-kacangan dalam daftar makanan harian.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Konsultasi Anak, Makanan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Mengenal Status Gizi pada Balita Anda


Mengenal gizi pada balita merupakan suatu hal yang penting diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat pulih). Data tahun 2007 memperlihatkan 4 juta balita Indonesia kekurangan gizi, 700 ribu diantaranya mengalami gizi buruk. Sementara yang mendapat program makanan tambahan hanya 39 ribu anak. Ditinjau dari tinggi badan, sebanyak 25,8 persen anak balita Indonesia pendek (SKRT 2004). Ukuran tubuh yang pendek ini merupakan tanda kurang gizi yang berkepanjangan.

Lebih jauh, kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Padahal, otak tumbuh selama masa balita. Fase cepat tumbuh otak berlangsung mulai dari janin usia 30 minggu sampai bayi 18 bulan. Standar acuan status gizi balita adalah Berat Badan menurut Umur (BB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB), dan Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Sementara klasifikasinya adalah normal, underweight (kurus), dan gemuk. Untuk acuan yang menggunakan tinggi badan, bila kondisinya kurang baik disebut stunted (pendek). Pedoman yang digunakan adalah standar berdasar tabel WHO-NCHS (National Center for Health Statistics). Status gizi pada balita dapat diketahui dngan cara mencocokkan umur anak (dalam bulan) dengan berat badan standar tabel WHO-NCHS, bila berat badannya kurang, maka status gizinya kurang.

Di Posyandu telah disediakan Kartu Menuju Sehat (KMS) yang juga bisa digunakan untuk memprediksi status gizi anak berdasarkan kurva KMS. Perhatikan dulu umur anak, kemudian plot berat badannya dalam kurva KMS. Bila masih dalam batas garis hijau maka status gizi baik, bila di bawah garis merah, maka status gizi buruk. Status gizi orang dewasa menggunakan acuan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau disebut juga Body Mass Index (BMI). Nilai IMT diperoleh dengan menghitung berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter persegi). IMT normal bila angkanya antara 18,5 dan 25; kurus bila kurang dari 18,5; dan gemuk bila lebih dari 25. Sebagai contoh orang bertinggi 1,6 meter, maka berat badan ideal adalah 48-64 kg.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan status gizi pada balita adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Lingkar kepala sering digunakan sebagai ukuran status gizi untuk menggambarkan perkembangan otak. Sementara parameter status gizi balita yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut umur. Parameter ini dipakai menyeluruh di Posyandu. Untuk membedakan balita kurang gizi dan gizi buruk dapat dilakukan dengan cara berikut. Gizi kurang adalah bila berat badan menurut umur yang dihitung menurut Skor Z nilainya kurang dari -2, dan gizi buruk bila Skor Z kurang dari -3. Artinya gizi buruk kondisinya lebih parah daripada gizi kurang.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Cara untuk Anda Lakukan Agar Bayi Dapat Menyusu


Beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar bayi dapat menyusu :  Menggunakan syiringe (spuit atau semprit). Gunakan semprit ukuran 5 ml atau 10 ml. Pasang sepotong selang halus ke adaptornya, kira-kira sepanjang 5 cm. Sebagai contoh, sepotong irisan dari selang halus, mencakup ujung adaptor dari selang tersebut. Anda dapat mengukur sejumlah susu untuk sekali pemberian dalam sebuah cangkir kecil. Isilah semprit dengan susu dari cangkir. Letakkan ujung selang ke sudut mulut mulut bayi, dan dengan perlahan tekan susu keluar sementara bayi menyusu pada payudara.

Isi ulang semprit dengan susu, dan teruskan hal tersebut hingga bayi selesai diberi makan. Cobalah untuk melakukan hal ini selama 30 menit (sekitar 15 menit untuk tiap payudara). Anda juga dapat meneteskan susu ke payudara. Caranya : teteskan ASI perah ke payudara dan puting, menggunakan sendok atau pipet / dropper atau cangkir kecil. Atur posisi bayi pada payudara sehingga ia bisa menjilat tetesan susu. Dengan perlahan, masukkan puting ke dalam mulutnya, dan bantu bayi melekat pada payudara. Cara ini mungkin perlu diteruskan ini selama 3 hingga 4 hari sebelum bayi dapat menyusu dengan kuat.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Info Menyusui, Tumbuh Kembang, Uncategorized1 Comment

Bayi Baru Lahir Perlu Pendamping Ibunya


Bayi yang baru lahir seharusnya tidak dipisahkan dari orangtuanya. Studi menemukan bayi yang baru lahir perlu berada di dekat ibunya bahkan saat tidur di malam hari. Adanya stres fisiologis yang signifikan dan bisa mengganggu pola tidur dialami oleh bayi yang berusia 2 hari dan secara fisik terpisah dari ibunya, meskipun berada pada ruangan yang sama. Kontak erat antara ibu dan bayi yang baru lahir dalam beberapa jam pertama kehidupannya sangatlah penting. Selain itu juga diketahui kondisi ini secara signifikan bisa meningkatkan keberhasilan menyusui. Dalam studi ini peneliti memonitor detak jantung dari 16 bayi Afrika Selatan yang baru lahir dengan 10 bayi laki-laki dan 6 perempuan serta sang ibu berusia 17-40 tahun yang tidak memiliki komplikasi pasca persalinan.

Bayi yang kontak langsung dengan ibunya serta bayi yang dipisahkan karena berada di box bayi dan menghadap ke arah ibunya. Kenaikan hampir 3 kali lipat dalam aktivitas sistem saraf otonom termasuk perubahan denyut jantung dan pernapasan pada bayi yang dipisahkan dari ibunya, serta bayi mengalami tidur yang tidak nyenyak. emisahan ini bisa menurunkan suhu tubuh yang berpengaruh pada pola tidurnya. Jika ibu berada dekat dengan si bayi maka ia akan berusaha untuk menyusui bayinya sehingga si bayi kemungkinan besar bisa mendapatkan kolostrum yang sangat bermanfaat untuk sistem imun dan meningkatkan keberhasilan menyusui. Serta bayi yang berada dalam dekapan ibunya akan jauh merasa nyaman dan tenang, terutama dalam dekapan dada sang ibu.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Perawatan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Langkah yang Anda Harus Lakukan Pada Bayi


Tahukah Anda, bahwa di balik tangisannya, tawa kecilnya, saat-saat bermainnya, ternyata si buah hati Anda ‘mengamati’ tindak-tanduk yang Anda dan pasangan lakukan. Mungkin Anda tak percaya bahwa si kecil mempunyai bakat sebagai detektif yang memata-matai tingkah laku Anda, tapi ini fakta! Tanpa Anda sadari, apa yang terjadi di sekitarnya dapat menjadi gaya hidup bagi dirinya kelak. Ini merupakan hal yang wajar bagi si kecil yang mulai menginginkan melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang dewasa. Jadi, sekarang Anda dan pasangan harus memulai untuk melakukan hal-hal yang bersifat positif di depannya. Agar kelak, hal-hal itu juga yang dapat menjadi panutan hidupnya.

Ada beberapa langkah yang harus Anda lakukan di depannya:

Berjuang

Bagi pasangan rumah tangga, pertengkaran, atau perbedaan argumentasi adalah hal wajar yang sering kita temui. Biarkan si kecil melihat dan mempelajari hal ini. Bukan berarti Anda dan pasangan harus berteriak-teriak atau membanting pintu di depannya. Yang harus Anda lakukan adalah, buat si kecil memahami bahwa perbedaan pendapat pasti terjadi di mana saja. Tak hanya itu, cara menyampaikan pendapat dan menuntaskannya pun dapat menjadi pembelajaran tersendiri baginya kelak.

Ciuman

Berciuman adalah sebuah pengungkapan tanda kasih sayang terhadap satu sama lain. Melakukan hal ini, dapat memberi pengertian pada si kecil bahwa mengasihi satu sama lain itu adalah hal yang harus dilakukan. Terapkanlah dalam kehidupan berumah tangga Anda peraturan-peraturan kecil. Jika suami Anda pergi ke luar rumah, lakukan ciuman hangat untuknya, begitu pula setibanya di rumah. Proses ini akan terekam jelas di ingatannya, bahwa dengan rutinitas berciuman ini selain menunjukkan tanda kasih sayang, juga menunjukkan rasa hormat terhadap satu sama lain.

Komunikasi

Komunikasi sangat penting bagi pasangan rumah tangga di segala penjuru dunia. Namun, bagi si buah hati Anda pun, hal ini dapat bermanfaat bagi gaya hidupnya kelak. Berkomunikasilah dengan pasangan Anda setiap saat. Bicarakan tentang pekerjaan, keuangan, atau hal-hal lainnya di depan si kecil. Pembicaraan yang terlontar dari kedua orang tuanya dapat membuatnya belajar akan pentingnya suatu kepedulian. Mungkin sesekali Anda juga dapat mengajaknya ikut berkomunikasi mengenai pekerjaan ayahnya. Hal ini dapat membuatnya merasa dibutuhkan dan di hargai.

Penyesalan

Di saat Anda dan pasangan terlibat oleh perang argumentasi, kini saatnya bagi Anda untuk menebusnya. Tunjukkan pelukan dan ciuman yang Anda tujukan pada pasangan di depan si kecil. Bahaslah masalah Anda dan pasangan dengan kepala dingin. Ungkapkanlah hal-hal apa saja yang membuat Anda jengkel dengan pasangan. Hal ini akan membuatnya belajar memahami dan memaafkan orang lain.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Tips Balita, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Mengajarkan si kecil untuk Kebersihan


Membiasakan hidup bersih sebaiknya sudah diajarkan sejak masih anak-anak. Masa anak-anak adalah saatnya ia menikmati permainan di luar rumah seperti bermain lumpur atau kotor-kotoran. Kebersihan pribadi seorang anak harus menjadi prioritas utl ama saat ia tumbuh agar ia tidak mudah terkena penyakit
atau infeksi.

Ada beberapa kebiasaans bersih yang harus diajarkan pada si kecil:

Menyikat gigi dengan benar
Perawatan diperlukan sejak usia 1 tahun untuk mencegah risiko gigi berlubang. Pastikan si kecil menyikat gigi dengan benar seperti gerakan naik turun dan melingkar, serta membuatnya menyikat gigi 2 kali sehari. Gunakan bentuk karakter kartun favoritnya pada sikat gigi si kecil sehingga ini menjadi aktivitas yang menyenangkan.

Cuci tangan menggunakan sabun
Ajaklah anak untuk selalu mencuci tangannya menggunakan sabun dan beritahu kapan tangannya harus dicuci. Pastikan anak mencuci permukaan atas tangan, sela-sela jari dan membilas kotoran yang terjebak di bawah kuku.

Membersihkan telinga
Anak-anak mungkin belum bisa membersihkan telinganya sendiri, karena itu orangtua snagat berperan disini. Membersihkan telinga secara rutin bisa membantu mencegah risiko komplikasi seperti infeksi, iritasi atau kerusakan pada gendang telinga.

Membiasakan mandi 2 kali sehari
Anak-anak senang bermain sehingga mudah berkeringat, karenanya biasakan mandi 2 kali sehari untuk membersihkan kulitnya. Ajarkan ia untuk menggosok dari tangan, kaki, ketiak, pangkal paha dan lipatan-lipatan tubuh dengan menggunakan sabun yang lembut. Jika anak menolak untuk mandi, cobalah membujuk dengan menempatkan mainan favoritnya di bak mandi atau mandi busa.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Kesehatan Umum, Konsultasi Anak, Masalah Kesehatan Anak, Penyakit, Perawatan Bayi, Tumbuh Kembang0 Comments

Konsultasi: Anak Suka Membenturkan Kepala ke Tembok


Kali ini kami akan mempublikasikan rubrik konsultasi seputar perkembangan anak. Pertanyaan terpilih di sesi konsultasi ini adalah yang diajukan oleh Bunda Filla. Berikut ini adalah kutipan permasalahan yang beliau hadapi terkait dengan anaknya tercinta:

Dear Bpk/Ibu pengasuh IbuBayi.com,

saya ingin konsultasi tentang anak saya yg memiliki kebiasaan buruk suka membenturkan kepala ke tembok atau lantai. Kebiasaan nya itu dilakukan apabila dia mempunyai keinginan tp tdk terpenuhi atau ketika dia marah.

Apabila sedang membenturkan kepala dan saya tolong,justru dia semakin menjadi2, semakin berontak,tp klo tdk sy tolong sy tidak tega.

Ada yg menyarankan ktnya klo anak ku sedang membenturkan kepala sabaiknya justru ditinggal,jgn diperhatikan jd seolah2 kita tdk melihatnya, sy mempraktekkan saran itu dan hslny kadang berhasil kadang tidak. Saya mohon bantuannya…
Terimakasih…

Bunda Filla
hanibee24@yahoo.com

Nah, di rubrik ini kami memberikan kesempatan kepada semua pembaca IbuBayi.com untuk memberikan masukan, saran atau berbagi pengalaman yang berkaitan dengan apa yang sedang dialami oleh Bunda Filla.

Silahkan meninggalkan komentar pada bagian akhir tulisan ini, atau hubungi secara langsung melalui email Ibunda Filla sebagaimana yang tercantum di kutipan pertanyaannya di atas.

Kami tunggu komentar Bunda ya! :)
Admin IbuBayi.com

Posted in Konsultasi Anak, Tumbuh Kembang1 Comment

Page 1 of 812345...Last »